Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Turki Berada di Ujung Konflik Langsung dengan Suriah

Kamis 20 Feb 2020 07:34 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah

Turki Berada di Ujung Konflik Langsung dengan Suriah. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Turki Berada di Ujung Konflik Langsung dengan Suriah. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Foto: FAZRY ISMAIL/EPA-EFE
Pasukan Turki sudah berkumpul di wilayah Idlib, Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan operasi militer pasukan Turki untuk memukul mundur serangan pasukan pemerintah Suriah terhadap pemberontak di barat laut negara itu hanya tinggal menunggu waktu, terutama setelah perundingan dengan Rusia sudah gagal.

"Kami memasuki hari terakhir bagi rezim untuk menghentikan permusuhan di Idlib, kami membuat peringatan terakhir," kata Erdogan saat berbicara dengan anggota parlemen dari Partai AK, Kamis (20/2).

Erdogan mengatakan Turki masih ingin menjadikan Idlib sebagai zona aman. Pembicaraan dengan Rusia pun akan dilanjutkan. Ia mengatakan sejauh ini beberapa perundingan diplomatik gagal meraih kesepakatan.

"Turki telah melakukan persiapan untuk menggelar rencana operasi sendiri, saya katakan kami dapat datang di titik mana pun, serangan di Idlib hanya masalah waktu," katanya. 

Pasukan Turki sudah berkumpul di wilayah Idlib. Semakin banyak pasukan Turki yang memenuhi wilayah perbatasan itu. Hal ini membuat Turki anggota NATO dan Suriah yang didukung Rusia semakin dekat dengan konfrontasi langsung. 

Rusia yang membantu pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad dengan kekuatan militer mengatakan bentrokan Turki dan Suriah akan menjadi 'skenario terburuk'. Mereka berjanji mencegah situasi semakin memburuk.

Pasukan Suriah yang Rusia bantu dengan pesawat tempur dan pasukan khusus sudah bertempur di provinsi Idlib dan Aleppo sejak bulan Desember lalu. Mereka ingin segera menghancurkan benteng terakhir pemberontak di sana. Keberhasilan Assad akan mengakhiri perang sipil yang berlangsung selama sembilan tahun.

Hampir satu juta orang meninggalkan rumah mereka untuk melarikan diri dari serangan udara dan gempuran artileri. Organisasi kemanusiaan dan Turki mengeluarkan peringatan, negara itu sudah menjadi tuan rumah bagi 3,6 juta pengungsi Suriah dan mengatakan tidak bisa menambahnya lagi.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA