Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Kandidat Lain Terus ''Serang'' Michael Bloomberg

Jumat 21 Feb 2020 06:00 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Gita Amanda

Mantan wali kota New York City Michael Bloomberg mempertimbangkan maju sebagai calon presiden menantang Donald Trump.

Mantan wali kota New York City Michael Bloomberg mempertimbangkan maju sebagai calon presiden menantang Donald Trump.

Foto: AP Photo/John Locher
Bloomberg didorong untuk mempertahankan catatannya selama menjabat sebagai wali kota.

REPUBLIKA.CO.ID, LASVEGAS -- Sejak debat kandidat calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat di Nevada dibuka. Miliuner dan mantan wali kota New York Michael Bloomberg menjadi incaran kandidat-kandidat lainnya.

Bloomberg yang pernah menjadi anggota Partai Republik didorong untuk mempertahankan catatannya selama menjabat sebagai wali kota. Pernyataan-pernyataan Bloomberg sebelumnya tentang ras dan gender juga dipertanyakan.

"Saya ingin bicara tentang orang yang kami lawan; miliuner yang menyebut perempuan 'orang gemuk' dan 'lesbian berwajah kuda', dan saya tidak membicarakan Donald Trump saya bicara tentang walikota Bloomberg," kata senator Elizabeth Warren, dalam cuplikan video saluran NewThis News di Youtube, Kamis (20/2).

Warren yang maju sejak awal pencalonan mengatakan Demokrat tidak akan menang. Bila mereka memiliki kandidat presiden yang mempunyai sejarah menyembunyikan catatan pengembalian pajaknya, melecehkan perempuan, dan mendukung kebijakan rasialis.

"Saya akan mendukung siapa pun calon dari Partai Demokrat, tapi pahami ini; Partai Demokrat akan mengambil resiko besar bila hanya mengganti miliuner arogan dengan miliuner arogan lainnya," kata Warren.  

Sementara itu mantan Wakil Presiden Joe Biden menyerang catatan Bloomberg selama menjadi wali kota. Ia mengatakan kebijakan-kebijakan salah satu orang terkaya di dunia itu rasialis.    

"Dan ketika kami berada di pemerintahan Presiden Barack Obama dan kami mengatakan akan mengirimkan mediator untuk menghentikanya ia mengatakan tidak membutuhkannya," kata Biden dilansir laman Associated Press.

Senator Bernie Sanders mengingatkan kembali pemilih Demokrat pada 2004 lalu Bloomberg mendukung Presiden George W. Bush. Saat ia dan Biden berusaha mempertahankan kekuasaan Partai Demokrat di Senat. 

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA