Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Intelijen AS: Rusia Dorong Donald Trump Terpilih Kembali

Jumat 21 Feb 2020 10:18 WIB

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Nidia Zuraya

Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Rusia, Vladimir Putin

Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Rusia, Vladimir Putin

Foto: AP
Trump akan mengganti Plt Direktur Intelijen AS Joseph Maguire dengan Richard Grenell

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pekan lalu pejabat intelijen Amerika Serikat (AS) memberitahu anggota Kongres tentang intervensi Rusia dalam pemilihan presiden 2020. Salah satu orang yang mengetahui pertemuan itu mengatakan intervensi dilakukan untuk meningkatkan ketidakpercayaan pada suara dan mendorong Presiden Donald Trump terpilih kembali.

Sumber yang tidak menyebutkan namanya mengatakan dalam rapat House of Representative tersebut sekutu Trump dari partai Republik mempertanyakan asesmen pejabat dari Kantor Intelijen Nasional. Ia mengatakan hal itu sudah diduga sebelumnya.

"Respon orang-orang Partai Republik seperti yang Anda duga, mereka menjadi gila, mereka mempertanyakan intelijen," kata sumber tersebut, Jumat (21/2).

Sumber mengatakan dalam pertemuan tertutup tersebut pejabat intelijen memperingkatkan Rusia berusaha untuk menurunkan kepercayaan terhadap integritas suara dalam pemungutan suara 3 November mendatang. Di saat yang sama mendorong Trump terpilih kembali untuk periode kedua.

"Saat mereka melakukannya, mereka (Rusia) memfavoritkan salah satu kandidat," kata salah sumber tersebut.

Ia menambahkan pejabat intelijen yang tampil dihadapan komite House mengatakan kandidat itu adalah Trump. Sumber menolak menjelaskannya lebih lanjut. Komite partai Republik belum memberikan tanggapan permintaan komentar.

Surat kabar the New York Times melaporkan satu hari setelah rapat tersebut dilakukan. Trump menegur pelaksana tugas Direktur Intelijen Nasional Joseph Maguire karena mengizinkan stafnya untuk tampil dihadapan komite. The Times mengutip lima orang yang mengetahui peristiwa itu.

Pada Rabu (19/2) Trump mengatakan ia mengganti Maguire sebagai pelaksana tugas direktur intelijen dengan Richard Grenell. Seorang loyalis Trump yang menjabat sebagai duta besar AS untuk Jerman sejak 2018.

The Times melaporkan saat menegur Maguire, Trump menyinggung tentang kehadiran ketua komite intelijen House Adam Schiff dalam rapat tersebut. Schiff memimpin penyelidikan pemakzulan terhadap Trump atas dakwaan penyalahgunaan kekuasaan dan menghalang-halangi penyelidikan Kongres.

Bulan lalu Senat yang dikuasai Partai Republik membebaskan Trump dari dakwaan. Gedung Putih belum menanggapi permintaan komentar.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA