Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Israel Konfirmasi Kasus Pertama Virus Corona

Sabtu 22 Feb 2020 06:35 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Nidia Zuraya

Ilustrasi virus corona dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

Ilustrasi virus corona dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

Foto: CDC via AP, File
Kasus corona pertama ini dikonfirmasi terjadi pada seorang wanita Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Israel mengonfirmasi kasus virus corona pertama di negara tersebut pada Jumat (21/2) waktu setempat. Hal ini disampaikan Otoritas Penyiaran Israel sebagaimana dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Sabtu (22/2).

Kasus tersebut dikonfirmasi terjadi pada seorang wanita Israel. "Wanita ini dipulangkan bersama dengan sepuluh warga negara lain yang datang dari kapal pesiar (Diamond Princess) di lepas pantai Jepang," kata pihak berwenang.

Pemeriksaan medis menunjukkan bahwa 10 warga lain yang kembali ke rumahnya bersama wanita yang terinfeksi tadi itu dinyatakan bersih dari virus corona. Semua yang pulang ke tempat asalnya telah mendapat karantina medis.

Sebelas orang pulang ke Israel pada Jumat (21/2) pagi waktu setempat, setelah mereka menghabiskan beberapa hari di kapal pesiar di lepas pantai Jepang. Orang Israel dan penumpang kapal lainnya dikarantina.

Di kapal ini pula, empat warga Israel dinyatakan positif terkena virus, dan dibawa ke rumah sakit di Jepang untuk dirawat.

Angka terbaru, pihak berwenang China mengumumkan bahwa jumlah kematian akibat wabah virus corona baru mencapai 2.238 orang. Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan ada 75.465 kasus dikonfirmasi dari virus corona baru, yang sekarang dikenal sebagai COVID-19.

Lebih dari 18.260 orang telah dikeluarkan dari rumah sakit setelah sembuh dari penyakit. Virus corona telah menyebar ke lebih dari 25 negara lain termasuk AS, Singapura, Prancis, Rusia, Spanyol, dan India. Organisasi Kesehatan Dunia (WWHO) telah menyatakan wabah itu sebagai darurat kesehatan internasional.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA