Sabtu 22 Feb 2020 15:35 WIB

Korsel Laporkan Kematian Kedua dari Virus Corona

Kasus-kasus di Korsel kini menjadi yang tertinggi kedua di luar China.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Dwi Murdaningsih
 Petugas berpakaian pelindung lengkap membawa pasien yang terinfeksi virus corona dari ambulan ke Kyungpook National University Hospital di Daegu, Korea Selatan. Di Daegu, tercatat puluhan kasus terdeteksi, merujuk pada jemaat gereja.
Foto: Kim Jong-un/Yonhap via AP
Petugas berpakaian pelindung lengkap membawa pasien yang terinfeksi virus corona dari ambulan ke Kyungpook National University Hospital di Daegu, Korea Selatan. Di Daegu, tercatat puluhan kasus terdeteksi, merujuk pada jemaat gereja.

REPUBLIKA.CO.ID, DAEGU -- Korea Selatan (Korsel) melaporkan kematian kedua akibat virus corona baru, Sabtu (22/2). Hingga hari ini pun jumlah kasus baru naik 142, sehingga total nasional menjadi 346 orang yang terinfeksi virus.

Dua orang meninggal di Korsel adalah seorang perempuan berusia 50 tahunan yang dipindahkan dari Daegu ke Busan untuk pengobatan. Selain itu, satu pria berusia 63 tahun yang berada di rumah sakit Cheongdo.

Baca Juga

Kasus-kasus di Korsel kini menjadi yang tertinggi kedua di luar China. Lonjakan kasus terjadi di sebuah rumah sakit di Cheongdo. Sebelumnya lonjakan serupa muncul di antara anggota gereja di kota Daegu.

Sebanyak 92 kasus ada kaitannya di rumah sakit di Cheongdo, sebuah kota di selatan yang terhubung dengan pusat keagamaan di gereja Daegu. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) mengatakan, sebagian besar pasien rumah sakit yang telah didiagnosis adalah mereka yang memiliki penyakit penyerta.

Lebih dari 150 anggota Gereja Shincheonji Yesus kini telah terinfeksi. Infeksi dimulai dari seorang wanita berusia 61 tahun yang terserang demam pada 10 Februari tetapi menghadiri setidaknya empat layanan gereja di Daegu sebelum didiagnosis.

Wali Kota Daegu telah menyarankan penduduk setempat untuk tetap tinggal di dalam rumah. Sementara akses ke pangkalan militer utama AS di daerah tersebut telah dibatasi.

KCDC mengatakan sekitar 9.300 anggota Shincheonji di Daegu telah dikarantina atau diminta untuk tinggal di rumah. Pejabat kesehatan mengatakan, 544 orang diduga memiliki gejala mengidap virus korona.

Presiden Korsel Moon Jae-in menyerukan penyelidikan menyeluruh dari semua orang yang menghadiri upacara pemakaman dan anggota gereja Shincheonji. Pemerintah pusat juga telah mendeklarasikan kota Daegu dan Cheongdo sebagai "zona manajemen khusus".

Perdana Menteri Chung Sye-kyun mengatakan wilayah itu akan didukung oleh tenaga medis, tempat tidur dan peralatan serta kabinet pemerintahan yang akan bertemu tiga kali seminggu untuk membahas wabah tersebut. Pihak berwenang di Seoul melarang demonstrasi di tiga lokasi utama dengan alasan kesehatan dan keselamatan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement