Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Peru Rilis Manuskrip Memoar Suku Inca

Ahad 23 Feb 2020 00:27 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Andri Saubani

Manuskrip Inca yang hilang selama pendudukan Cile di Lima, Peru.

Manuskrip Inca yang hilang selama pendudukan Cile di Lima, Peru.

Foto: EPA-EFE/Paolo Aguilar
Naskah tersebut disebut “Kenangan Monarki Peru” atau garis besar sejarah Inca.

REPUBLIKA.CO.ID, LIMA — Peru merilis sebuah manuskrip tak ternilai yang berisi memoar mantan pemimpin suku Inca yang hilang selama pendudukan Cile di Lima selama Perang Pasifik 1879-1884. Naskah tersebut disebut “Kenangan Monarki Peru” atau garis besar sejarah Inca.

“Kenangan Monarki Peru” ditulis pada 1830-an oleh keturunan kaisar Inca Huayna Capac (1493-1525), Justo Apu Sahuaraura Inca (1775-1853).

“Nilai dokumen dari 1838 tidak terhitung. Itu selalu dianggap sebagai dokumen yang sangat langka, kami tidak memiliki jenis dokumen lain,” ujar direktur perlindungan koleksi di Perpustakaan Nasional Lima, Gerardo Trillo tentang manuskrip yang ditemukan di Brasil, seperti yang dilansir dari Malay Mail, Sabtu (22/2).

Sahuaraura adalah anggota bangsawan pribumi di Cusco, ibu kota Inca lama, dan mendedikasikan waktunya untuk melestarikan memori kekaisaran Inca. Memori ini berlangsung selama 100 tahun antara abad ke-15 hingga ke-16, serta mencakup wilayah yang luas dari selatan Kolombia hingga pusat Cile.

Penulis menyebut dirinya sebagai keturunan terakhir dari garis kekaisaran Inca. Dalam naskah itu, ia menelusuri sejarah Inca hingga kedatangan para penjajah Spanyol di Amerika Selatan, dengan menggunakan dokumen-dokumen yang sudah punah.

Teks tersebut memuat infomasi tentang Inca Garcilaso dela Vega, putra seorang conquistador Spanyol dan wanita bangsawan Inca, yang dianggap sebagai orang ras campuran pertama dalam sejarah Amerika. Naskah itu juga memuat kisah penaklukan Spanyol atas Cusco, serta kronologi Inca.

“Ini adalah naskah yang sangat langka dan aneh karena memiliki lembaran berwarna yang mewakili berbagai suku Inca,” kata Trillo.

Ia mengatakan, manuskrip ini dicuri dari Perpustakaan Nasional selama pendudukan Cile di Lima pada 1881-1883. Saat itu terdapat perang yang mengadu Peru dan Bolivia melawan Cile.

Cile telah mengembalikan lebih dari 4.500 buku yang diambil dari Perpustakaan Nasional Peru selama pendudukan. Namun, naskah ini diperoleh pada 1970 oleh kolektor pribadi Brasil dan ia setuju mengembalikannya pada pemilik yang sah pada November lalu.

"Butuh satu dekade negosiasi untuk mengembalikan naskah ini,” ujar Trillo.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA