Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Tiga Negara Laporkan Corona Terkait Iran

Selasa 25 Feb 2020 00:14 WIB

Red: Indira Rezkisari

Virus Corona dilaporkan terjadi di Kuwait, Bahrain, Irak. Penyebabnya diduga adalah masuknya orang dari Iran.

Virus Corona dilaporkan terjadi di Kuwait, Bahrain, Irak. Penyebabnya diduga adalah masuknya orang dari Iran.

Foto: EPA-EFE/CDC
Muncul laporan adanya corona terkait orang yang pernah ke Iran di tiga negara,

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Kuwait, Bahrain, dan Irak melaporkan kasus virus corona baru pada Senin (24/2). Semuanya terjadi pada orang-orang yang pernah berada di Iran.

Iran mencatat jumlah korban penyakit ini menjadi 12 orang meninggal dunia dan 61 orang terinfeksi.

Irak mengumumkan kasus pertamanya, yakni seorang mahasiswa teologi Iran di kota suci Najaf. Ia memasuki negara itu sebelum pemerintah melarang masuknya orang-orang selain Irak yang datang dari Iran.

Kuwait mendeteksi virus pada tiga orang di antara 700 orang yang telah dievakuasi pada Sabtu dari kota Mashhad di Iran. Mereka adalah pria Kuwait berusia 53 tahun, pria Saudi berusia 61 tahun, dan 21 tahun yang kewarganegaraannya tidak jelas, kata kementerian kesehatan.

Di negara tetangga, Bahrain, kementerian kesehatan mengatakan seorang warga Bahrain yang datang dari Iran telah didiagnosis menderita penyakit itu. Kekhawatiran terhadap wabah virus corona semakin meningkat setelah kenaikan tajam dalam kasus baru di Iran, Italia, dan Korea Selatan.

Virus ini telah menginfeksi hampir 77.000 orang dan membunuh lebih dari 2.500 orang di China.

Qatar Airways mengatakan akan meminta penumpang yang tiba dari Iran dan Korea Selatan untuk tetap di rumah isolasi atau fasilitas karantina selama 14 hari. Qatar belum mencatat kasus virus corona apa pun.

Kuwait Airways dan Iraq Airways pekan lalu menangguhkan penerbangan ke Iran. Sementara Arab Saudi menangguhkan perjalanan ke Iran.

Irak telah menutup perbatasan Safwan dengan Kuwait untuk para pelancong dan pedagang atas permintaan Kuwait.

Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi, mengatakan 12 orang telah meninggal dunia dan 61 orang telah terinfeksi di Iran. Sebagian besar infeksi ada di kota suci Qom.

Uni Emirat Arab, pusat transit udara utama dan pusat pariwisata dan bisnis Teluk, telah mencatat 13 kasus, dua kasus terakhir adalah turis Iran dan istrinya, dilansir dari Reuters.


Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA