Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Lebih dari 3.000 Staf Medis di China Terinfeksi Corona

Selasa 25 Feb 2020 00:30 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Perawat memeriksa kondisi pasien corona tipe baru, Covid-19, di sebuah rumah sakit di Wuhan, China. Virus itu telah menginfeksi lebih dari 3.000 staf medis di China sejak awal kemunculannya.

Perawat memeriksa kondisi pasien corona tipe baru, Covid-19, di sebuah rumah sakit di Wuhan, China. Virus itu telah menginfeksi lebih dari 3.000 staf medis di China sejak awal kemunculannya.

Foto: Xiao Yijiu/Xinhua via AP
Virus corona tipe baru, Covid-19, menginfeksi lebih dari 3.000 staf medis di China.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Lebih dari 3.000 staf medis di China terinfeksi virus corona tipe baru, Covid-19. Jumlah itu terhitung dari awal kemunculan wabah penyakit yang mulanya ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei pada akhir tahun lalu.

Baca Juga

Pejabat Komisi Kesehatan Nasional China, Liang Wannian, mengungkapkan infeksi tersebut sebagian besar terdapat di Provinsi Hubei, episentrum wabah yang hingga kini telah menelan hampir 2.600 korban jiwa di daratan China. Penjelasan itu ia sampaikan mengatakan kepada wartawan saat konferensi pers gabungan dengan kepala delegasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk China, Bruce Aylward, Senin.

Menurut Wannian, infeksi di kalangan staf medis tampaknya disebabkan oleh kurangnya alat pelindung serta faktor kelelahan dalam menghadapi pasien Covid-19. Angka kematian tersebut juga mencakup kasus dr Du Xiansheng, dokter yang meninggal  setelah berjuang melawan pneumonia akibat infeksi Covid-19 yang didapatnya saat bekerja di Rumah Sakit Yangjiang di Daerah Qiongzhong pada Januari lalu.

Komisi Kesehatan Provinsi Hainan mengungkapkan, kondisi Du memburuk pada 26 Januari. Xinhua melaporkan, dokter berusia 55 tahun tak dapat diselamatkan dan mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Rakyat di Ibu Kota Provinsi Haikou pada Ahad (23/2).

Seorang dokter yang sempat menjalin kontak dengan pasien virus corona tipe baru Wuhan, China, juga dilaporkan meninggal. Dia adalah dr Xia Sisi yang bekerja di Union Jiangbei Hospital of Wuhan.

Perempuan berusia 29 tahun itu meninggal pada Ahad (23/2). Xia merupakan dokter gastroenterologi. Dia dirawat sejak 19 Januari.

Pada 7 Februari, Xia sempat dipindahkan ke Zhongnan Hospital of Wuhan University. Dia dirujuk ke rumah sakit tersebut karena kondisinya semakin memburuk.

Tim dokter yang merawat Xia berupaya keras untuk memulihkannya. Namun, usaha itu tak membuahkan hasil positif. Dia akhirnya meninggal pada Ahad.

Sementara itu, jatuhnya korban jiwa dari kalangan dokter diawali dari kematian Li Wenliang. Dia merupakan salah satu dokter yang paling awal membagikan informasi, termasuk peringatan, tentang virus corona tipe baru.

Li meninggal pada awal Februari lalu setelah menjalani perawatan. Kematiannya membuat publik China bersedih, terutama mereka yang tinggal di Wuhan.

Pada 18 Februari lalu, Direktur Rumah Sakit Wuhan Wuchang Liu Zhiming juga dilaporkan meninggal akibat Covid-19. Dua hari berselang, dokter wanita berusia 29 tahun bernama Peng Yinhua menjadi dokter ketiga yang meninggal akibat virus corona tipe baru.

Jumlah total orang meninggal di China daratan akibat virus corona mencapai 2.592 sementara 77.150 lainnya mengidap virus tersebut, demikian diungkapkan Komisi Kesehatan Nasional.

sumber : Antara, Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA