Selasa 25 Feb 2020 15:45 WIB

Brasil Larang Pendatang dari Eropa untuk Cegah Virus Corona

Jumlah kematian akibat virus corona di Eropa meningkat.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini
 Polisi berjaga di rumah sakit Schiavonia, dekat Padova, di mana tes untuk virus corona dilakukan terhadap warga di Veneto, Italia utara, Sabtu (22/2). Italia melaporkan 80 kasus positif corona terjadi di negaranya.
Foto: EPA
Polisi berjaga di rumah sakit Schiavonia, dekat Padova, di mana tes untuk virus corona dilakukan terhadap warga di Veneto, Italia utara, Sabtu (22/2). Italia melaporkan 80 kasus positif corona terjadi di negaranya.

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA -- Brasil menambah daftar larangan masuk bagi pendatang dari sembilan negara, termasuk Italia, Perancis, dan Jerman. Larangan itu sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 di Brasil.

Kementerian Kesehatan Brasil menyatakan, semua pendatang yang berasal dari sembilan negara itu akan menjalani tes medis. Apabila mereka menunjukkan gejala infeksi virus corona seperti demam atau batuk, maka akan dilakukan tes lanjutan.

Baca Juga

Sekretaris Pengawasan Kesehatan Kementerian Kesehatan Brasil, Wanderson Oliveira mengatakan, itu adalah pertama kalinya negara-negara Eropa masuk dalam daftar karena, jumlah kematian akibat virus corona di Italia telah meningkat.

"Selain tiga negara Eropa ada beberapa negara lain yang ditambahkan dalam daftar, sehingga totalnya menjadi 16. Negara tersebut yakni Australia, Filipina, Malaysia, Singapura, Iran dan Uni Emirat Arab," ujar Oliveira.

Italia menyegel sejumlah wilayah di bagian utara negaranya guna mencegah penyebaran virus corona. Pihak berwenang menutup Lombardia dan Veneto setelah pasien ketiga meninggal dunia karena virus corona.

Sekolah, universitas, museum, dan bioskop di dua kawasan tersebut ditutup selama sepekan. Pemerintah juga membatalkan dua hari terakhir Karnaval Venesia dan melarang acara publik di sebagian besar wilayah utara.

Belasan kota di Lombardia dan Veneto dengan jumlah total populasi sekitar 50 ribu orang secara efektif ditempatkan dalam status karantina. Penduduk setempat diminta tinggal di rumah dan harus ada izin khusus untuk memasuki atau meninggalkan daerah-daerah itu.

Jumlah kasus di Lombardia naik menjadi 110 kasus dari angka sebelumnya sebanyak 54 kasus. Sementara, ada 21 orang yang terdiagnosis positif korona di Veneto. Angka itu termasuk dua orang di Venesia, yang penuh sesak dengan turis di musim karnaval. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement