Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Sikapi Politik Malaysia, Petinggi UMNO Kutip Pesan Gus Dur

Selasa 25 Feb 2020 20:50 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Petinggi UMNO berharap Situasi politik Malaysia tetap stabil. Suasana Istana Negara di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (24/2/2020).

Petinggi UMNO berharap Situasi politik Malaysia tetap stabil. Suasana Istana Negara di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (24/2/2020).

Foto: Antara/Rafiuddin Abdul Rahman
Petinggi UMNO berharap Situasi politik Malaysia tetap stabil.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR- Wakil Presiden UMNO (United Malays National Organization) Haji Mohamad Bin Haji Hasan, Selasa (25/2), mengungkap pesan mantan presiden RI Abdurrahman Wahid (almarhum) yang biasa disapa Gus Dur dalam status facebook-nya saat menyikapi kondisi politik di Malaysia sekarang.

Baca Juga

"Apa yang terjadi kemarin dan beberapa hari mendatang akan mendatangkan dampak besar kepada Malaysia," kata anggota parlemen dan anggota Dewan Undangan Negeri (DUN) atau Komite Eksekutif Rantau tersebut mengulas perkembangan politik menyusul runtuhnya Pemerintahan Pakatan Harapan (PH) setelah Mahathir mengundurkan diri.

Dalam percaturan politik yang sedang terjadi ini, ujar dia, semoga pemenangnya adalah rakyat, tanah air Malaysia, dan demokrasi.

Kepada rekan-rekan di persada politik, ujar dia, cita-cita dan aspirasi politik sesungguhnya adalah wajar, selama pandai menginsafi batasan etika dan nilai. "Teringat saya pesan Gus Dur. Kata beliau, 'yang lebih penting dari politik dan segalanya, adalah kemanusiaan'," katanya.

Dia berharap Allah SWT memelihara dan memberikan kesejukan kepada bangsa dan negara Malaysia.

"Sesungguhnya kekuasaan penuh berada dalam ketentuan Allah SWT juga. Dialah yang memberi kekuasaan kepada siapa yang dikehendakiNya dan mencabut kekuasaan dari siapa yang kehendakiNya," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA