Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Trump Minta Dana 2,5 Miliar Dolar Perangi Wabah Corona

Rabu 26 Feb 2020 02:03 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Agus Yulianto

President Amerika Serikat, Donald Trump

President Amerika Serikat, Donald Trump

Foto: AP
CDC telah memperingatkan warga AS agar menghindari perjalanan ke Korea Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta dana sebesar 2,5 miliar dolar AS kepada Kongres untuk memerangi penyebaran virus corona atau Covid-19, Senin (24/2). Uang tersebut akan digunakan untuk perawatan, pengembangan vaksin, dan pengadaan peralatan medis, termasuk masker.

"Pemerintahan Trump terus menanggapi penyebaran penyakit virus korona Covid-19 dengan sangat serius. Hari ini, pemerintah sedang mengirimkan rencana pendanaan tambahan kepada Kongres sebesar 2,5 miliar dolar AS untuk mempercepat pengembangan vaksin, mendukung kesiapsiagaan dan kegiatan tanggapan serta untuk pengadaan peralatan dan pasokan yang sangat dibutuhkan," kata juru bicara Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih Rachel Semmel.

Dari dana 2,5 miliar dolar AS yang diminta, 1,5 miliar dolar di antaranya merupakan pendanaan baru. Sisanya akan datang dari dana yang sudah dianggarkan oleh Kongres, seperti uang yang tak digunakan untuk melawan virus Ebola. Pemerintah memerlukan persetujuan Kongres untuk mengalihkan kembali dana tersebut untuk penanganan wabah Covid-19.

Ketua House of Representative AS Nance Pelosi mengatakan, dana yang diminta pemerintahan Trump terlalu kecil dan sama sekali tidak memadai untuk skala darurat ini. "House of Representative akan segera memajukan paket pendanaan strategis yang kuat yang sepenuhnya mengatasi skala dan keseriusan krisis kesehatan masyarakat ini," ujar Pelosi.

Saat ini AS sedang menangani 53 kasus Covid-19. 14 kasus di antaranya terdeteksi saat pasien datang ke negara tersebut. Sementara 39 kasus lainnya adalah warga AS yang dievakuasi dari Wuhan, Cina, dan kapal Diamond Princess di pelabuhan Yokohama, Jepang. Pejabat kesehatan AS telah memperingatkan bahwa kasus di antara warga yang dipulangkan kemungkinan akan meningkat.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) telah memperingatkan warga AS agar menghindari perjalanan ke Korea Selatan. Saat ini Negeri Ginseng sedang menghadapi peningkatan penyebaran Covid-19 dan telah mengonfirmasi nyaris 900 kasus.

"Kami telah bekerja secara agresif untuk memerangi penyebaran virus ini, berusaha mencegahnya sebaik mungkin agar tidak masuk ke negara ini," ujar juru bicara Gedung Putih Hogan Gidley.

sumber : REUTERS
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA