Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Luhut Tegaskan Sikap Indonesia dalam Mendukung Palestina

Rabu 26 Feb 2020 02:40 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Agus Yulianto

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Indonesia berkomitmen mendukung perdamaian Palestina-Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan sikap Indonesia dalam mendukung Palestina. Luhut menyampaikan Indonesia menolak proposal perdamaian Palestina-Israel yang ditawarkan Presiden AS Donald Trump.

Luhut mengaku, telah menyampaikan sikap pemerintah Indonesia kepada CEO IDFC yang juga menantu Trump, Jared Kushner, saat kunjungan kerja ke AS belum lama ini. "Ya kita jelas, saya ngomong kok, kita gak akan pernah bisa diatur mengenai perdamaian palestina, sikap Indonesia jelas," ujar Luhut di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (25/2).

Luhut tidak takut dengan ancaman sanksi ekonomi bagi negara-negara yang menolak proposal Trump. Dia menegaskan, Indonesia berkomitmen mendukung perdamaian Palestina-Israel.

Luhut mengatakan, penolakan terhadap proposal dan kerja sama ekonomi merupakan dua hal yang berbeda. "Kalau mau dikaitkan dengan dagang dia, ya silakan, kita tidak akan pernah gagal, apalagi tunduk," ucap Luhut.

Dikatakan Luhut, pihak AS menghormati sikap Indonesia terkait proposal perdamaian Palestina meski sempat melakukan perdebatan keras dalam hal ini. Dia menilai, penolakan ini seharusnya tidak ada hubungannya dengan rencana investasi AS ke Indonesia.

"Saya sudah bilang, ini sikap kami. Kami tetap berkawan, tapi kami tidak akan bisa melewati garis yang sudah ada mengenai konstitusi kami. Mereka menghormati sikap saya, kamu kalau mau kami berpihak tapi bertentangan dengan konstitusi kami, tidak," kata Luhut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA