Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Swiss Laporkan Kasus Pertama Corona

Rabu 26 Feb 2020 12:10 WIB

Red: Friska Yolanda

Seorang atlet melaju di jalur ski Crans Montana, Swiss, Ahad (23/2). Pemerintah Swiss melaporkan kasus pertama infeksi corona di negaranya, Rabu (26/2).

Seorang atlet melaju di jalur ski Crans Montana, Swiss, Ahad (23/2). Pemerintah Swiss melaporkan kasus pertama infeksi corona di negaranya, Rabu (26/2).

Foto: AP Photo/Gabriele Facciotti
Pasien pertama corona di Swiss baru saja pulang dari kunjungannya ke Milan, Italia.

REPUBLIKA.CO.ID, ZURICH -- Otoritas kesehatan Swiss melaporkan kasus pertama corona di negara tersebut, Selasa (25/2). Seorang pria berusia 70 tahun dinyatakan positif mengidap virus corona di daerah selatan Ticino, yang berbatasan dengan Italia. 

Baca Juga

"Seseorang yang terinfeksi (Covid-19) berada di Italia sekitar 10 hari yang lalu dan menghadiri acara di dekat Kota Milan," kata Kementerian Kesehatan Swiss melalui penyataan.

Pejabat mengatakan saat konferensi pers bahwa belum diketahui di acara mana pria tersebut tertular. Sementara itu, orang-orang yang melakukan kontak dengan pria tersebut kini sedang diidentifikasi dan dikarantina selama 14 hari.

Wabah terbesar Eropa saat ini berada di Italia, dengan lebih dari 280 kasus dan 7 kematian. Virus itu pada Selasa mulai menjangkit dari tempat awalnya di kawasan utara Lombardia dan Veneto, hingga ke Tuscany, kawasan pesisir Liguria dan Sisilia di selatan.

Otoritas Swiss menyebutkan 70 hasil pemeriksaan diperkirakan akan diperoleh dalam beberapa jam mendatang, dari Ticinoserata daerah tengah dan utara, Bern dan Basel. Menurutnya, pada tahap ini belum perlu tindakan lebih lanjut, seperti penutupan sekolah.

Langkah baru akan dipertimbangkan apabila otoritas menganggap penularan virus tak terkendali. Austria juga mengkonfirmasi dua kasus pertama mereka pada Selasa.

Virus Covid-19 telah menelan lebih dari 2.600 korban jiwa dan 80.147 kasus infeksi, kebanyakan di China, dan menyebar ke sekitar 30 negara lainnya, menurut penghitungan Reuters.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA