Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Pejabat Kesehatan AS Peringatkan Potensi Wabah Virus Corona

Kamis 27 Feb 2020 08:01 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Seorang perawat memeriksa kondisi pasien corona

Seorang perawat memeriksa kondisi pasien corona

Foto: Xiao Yijiu/Xinhua via AP
Warga AS diminta bersiap hadapi potensi penularan virus corona di luar China.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Kepala Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional Amerika Serikat (AS) Dr. Anthony Fauci memperingatkan wabah virus corona di Negeri Paman Sam. Ia mengatakan masyarakat Amerika harus bersiap menghadapi potensi penyebaran virus di luar China.

Baca Juga

"Jika kami memiliki pandemi, maka hampir pasti kami akan kena dampaknya," kata Fauci di stasiun televisi CNN, Kamis (27/2).

Pada Rabu (26/2) kemarin, Menteri Kesehatan dan Layanan Manusia AS Alex Azar mengatakan saat ini AS sudah mengkonfirmasi 59 kasus virus corona. Jumlah itu termasuk 42 warga Amerika yang direpatriasi dari kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Jepang.

Hanya ada dua kasus yang dilaporkan terinfeksi melalui orang ke orang. Keduanya tertular melalui orang yang sempat mengunjungi China.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS menghmbau masyarakat Amerika untuk tidak mengunjungi China dan Korea Selatan. Rabu lalu, mereka memperluas imbauan tersebut ke Iran, Italia dan Mongolia.

Stasiun televisi NBC News melaporkan CDC juga mempertimbangkan untuk memperluas pemeriksaan di bandara. Sebelum masuk AS penumpang-penumpang yang berasal di negara yang jumlah kasusnya bertambah banyak akan diperiksa kesehatannya.

Trump sudah meminta Kongres anggaran sebesar 2,5 miliar dolar AS untuk meningkatkan respons terhadap penyebaran virus itu. Partai Demokrat memperingatkan jumlah itu jauh lebih rendah dibandingkan yang dibutuhkan.

Mereka juga meminta Gedung Putih menunjuk 'satu orang' yang dapat mengkoordinasikan upaya mengatasi penyebaran virus secara nasional. Ketua Senat dari Partai Demokrat Chuck Schumer mengatakan anggaran yang harus dipersiapkan sebesar 8,5 miliar dolar AS.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA