Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

WHO Soroti Laju Pertambahan Kasus Corona di Luar China

Kamis 27 Feb 2020 09:06 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Ilustrasi penyebaran virus corona tipe baru, Covid-19. WHO mencermati jumlah pertambahan kasus Covid-19 di luar China lebih banyak dibandingkan dengan di China.

Ilustrasi penyebaran virus corona tipe baru, Covid-19. WHO mencermati jumlah pertambahan kasus Covid-19 di luar China lebih banyak dibandingkan dengan di China.

Foto: MgIT03
Pertambahan jumlah kasus corona di luar China lebih banyak dibandingkan di China.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, untuk pertama kalinya pertambahan kasus positif Covid-19 secara global di berbagai negara melampaui pertambahan kasus baru virus tersebut di negara China. Berdasarkan laporan situasi harian terkait virus corona tipe baru itu per tanggal 25 Februari 2020 yang dikutip dari laman resmi WHO di Jakarta, Kamis, kasus terkonfirmasi secara global sebanyak 81.109 dengan penambahan 871 kasus baru.

Baca Juga

Rinciannya, 459 kasus baru terjadi di 37 negara di luar China dan 412 kasus bertambah di China. WHO mencatat, pertambahan kasus di luar China lebih banyak dibandingkan Negeri Tirai Bambu itu yang merupakan episentrum awal virus sejak kemunculannya pada 8 Desember 2019.

Di China, total kasus hingga Rabu menjadi 78.191 dengan total angka kematian akibat virus mencapai 2.718 (52 kasus kematian baru). Total kasus di luar China sebanyak 2.918 kasus terkonfirmasi di 37 negara dengan angka kematian mencapai 43 jiwa (sembilan kasus kematian baru).

Empat negara baru yang melaporkan kasus Covid-19 adalah Aljazair, Kroasia, Austria, dan Swiss. Aljazair merupakan negara dari kawasan Afrika pertama yang mencatatkan kasus positif Covid-19. Sebelumnya, Direktur Jenderal WHO dr Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan bahwa tim gabungan WHO dan otoritas China telah menyelesaikan laporan kajian terkait Covid-19 yang dikumpulkan dari berbagai wilayah daratan China.

Laporan itu menyebutkan bahwa wabah virus corona yang diyakini berasal dari kelelawar tersebut telah melewati masa puncaknya, yaitu antara 23 Januari hingga 2 Februari 2020. Laporan tersebut juga mengungkapkan angka kematian per kasus antara dua persen hingga empat persen di Wuhan, dan 0,7 persen di provinsi lain di luar Wuhan.

Orang yang terinfeksi dan mengalami gejala ringan akan sembuh dalam waktu sekitar dua pekan. Sementara itu, orang yang mengalami gangguan kesehatan serius bisa sembuh dalam waktu enam pekan.

Di kawasan Pasifik Barat, kasus terbanyak terjadi di Korea Selatan (1.261) dengan 284 kasus baru, Jepang (164) dengan tujuh kasus baru, Singapura (91) bertambah satu, Australia (23) bertambah satu, Malaysia (22), Vietnam (16), Filipina (3), dan Kamboja (1). Untuk wilayah Asia Tenggara, yaitu Thailand (40) bertambah tiga, India (3), Nepal (1), Sri Lanka (1).

Penyebaran di Benua Amerika terjadi di Amerika Serikat (53), sedangkan Kanada (10) tanpa penambahan kasus baru. Wilayah Eropa paling banyak di Italia (322) bertambah 93 kasus, Jerman (18) bertambah dua, Inggris (13), Prancis (12), Austria (2), Israel (2), Rusia (2), Spanyol (2), Belgia (1), Finlandia (1), Swedia (1), dan Swiss (1).

Untuk wilayah Timur Tengah, virus Covid-19 paling banyak dilaporkan terjadi di Iran (95) dengan penambahan 34 kasus baru, Bahrain (26) bertambah 18 kasus baru, Uni Emirat Arab (13), Kuwait (12) bertambah empat kasus baru, Irak (5) bertambah empat kasus, Oman (4) bertambah dua, Afghanistan (1), Lebanon (1), dan Mesir (1).

Untuk Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan belum mengonfirmasi adanya kasus positif Covid-19. Pemerintah saat ini sedang berupaya memulangkan WNI yang berada di Kapal Diamond Princess Jepang setelah sebelumnya telah berhasil membawa 188 kru Kapal Dream World dari Selat Durian.

Sebanyak 188 kru Kapal World Dream akan menjalani masa observasi selama 14 hari di Pulau Sebaru Kecil Kepulauan Seribu DKI Jakarta yang diperkirakan akan sampai pada Jumat (27/2). Pemerintah Indonesia mengatakan masih akan sangat hati-hati dalam memulangkan WNI yang berada di Kapal Diamond Princess agar tidak menjadikan Indonesia sebagai episentrum baru virus Covid-19.



sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA