Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Taiwan Tingkatkan Respons Epidemi Corona ke Level Tertinggi

Kamis 27 Feb 2020 12:03 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nur Aini

Seorang perawat mengecek kondisi pasien yang terjangkit virus corona.

Seorang perawat mengecek kondisi pasien yang terjangkit virus corona.

Foto: Chinatopix via AP
Respons Taiwan ke level tertinggi karena kekhawatiran wabah virus corona meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI — Taiwan menaikkan level respons epidemi virus corona jenis baru ke tingkat tertinggi pada Kamis (27/2). Menurut media resmi negara itu, hal itu dilakukan di tengah semakin meningkatnya kekhawatiran atas wabah. 

Baca Juga

Menurut kantor berita pusat Taiwan, Perdana Menteri Su Tseng-chang mengumumkan keputusan dalam pertemuan kabinet. Sejauh ini, kasus COVID-19 yang ditemukan di negara Asia Timur itu adalah 32 dan adanya satu kematian. 

Selain meningkatkan response ke level tertinggi, penangguhan hubungan perjalanan dan pariwisata dengan Cina juga telah dilakukan Taiwan. Hingga saat ini, secara total jumlah kasus virus corona jenis baru mencapai 81 ribu di seluruh dunia dan terdapat 2.700 kematian, yang terjadi mayoritas di daratan China. 

Jumlah infeksi COVID-19 telah jauh melampaui wabah dari keluarga virus corona lainnya, yaitu SARS (sindrom pernapasan akut parah) pada 2002-2003 yang menewaskan 774 orang dan MERS yang dimulai pada 2012 menewaskan setidaknya 828 orang. Virus corona jenis baru ini dapat lebih mematikan, seperti virus flu biasa yang memiliki tingkat kematian hanya 0,1 persen, tetapi dapat membunuh hingga ratusan ribu karena menginfeksi jutaan manusia setiap tahunnya. 

Virus corona jenis baru atau dinamakan secara resmi COVID-19 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ditemukan pertama kali pada Desember 2019 di Wuhan, ibu Kota Provinsi Hubei, Cina. Pada awalnya diduga orang-orang terinfeksi setelah terpapar virus dari pasar makanan laut Huanan di kota itu, yang diketahui juga menjual hewan-hewan liar dan diyakini menjadi sumber infeksi, salah satunya kelelawar buah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA