Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Karyawan di Milwaukee Tembak Rekan Kerjanya, Lima Meninggal

Kamis 27 Feb 2020 12:34 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

Sejumlah petugas polisi dan FBI di lokasi penembakan di Milwaukee, Rabu (26/2).

Sejumlah petugas polisi dan FBI di lokasi penembakan di Milwaukee, Rabu (26/2).

Foto: Matt Marton/ EPA
Seorang pria melepaskan tembakan ke Molson Coors Brewing Co di Milwaukee

REPUBLIKA.CO.ID, MILWAUKEE -- Seorang pria melepaskan tembakan ke Molson Coors Brewing Co di Milwaukee dan menewaskan lima rekan kerjanya. Polisi mengatakan setelah melakukan aksinya pelaku kemudian bunuh diri.

Polisi mengidentifikasi pelaku adalah seorang warga Milwaukee berusia 51 tahun. Dia menembak dirinya sendiri setelah melakukan serangan penembakan ke rekan kerjanya. Pihak berwenang masih menyelidiki motif di balik penembakan tersebut.

"Ada lima orang yang pergi bekerja hari ini, sama seperti semua orang pergi bekerja, dan mereka pikir mereka akan pergi bekerja, menyelesaikan hari mereka dan kembali ke keluarga mereka," kata Wali Kota Milwaukee, Tom Barrett.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump menyatakan belasungkawa atas insiden penembakan itu. Dia menyebut kasus penembakan ini adalah hal yang sangat buruk dan mengerikan.

"Itu adalah hal yang mengerikan. Kami bersama dengan warga Wisconsin dan keluarga mereka," ujar Trump dilansir Guardian.

Penembakan itu terjadi di kompleks yang luas yang mencakup campuran kantor perusahaan dan fasilitas pembuatan bir. Setidaknya 600 orang bekerja di kompleks itu, yang secara luas dikenal di daerah Milwaukee sebagai Miller Valley. Nama itu merujuk ke Miller Brewing Co dan sekarang menjadi bagian dari Molson Coors.

CEO Molson Coors, Gavin Hattersley, menyebut penembak itu seorang karyawan pabrik bir yang masih aktif bekerja. Dia menyampaikan ungkapan belasungkawa kepada keluarga korban.

"Kami kehilangan lima anggota keluarga kami dalam insiden tragis ini. Sulit untuk mengungkapkan kesedihan ini dengan kata-kata. Ini adalah kesedihan mendalam yang kita rasakan saat ini," ujar Hattersley.

Hattersley mengatakan untuk sementara kantor akan ditutup termasuk pabrik pembuatan bir. Dia akan memberikan kesempatan kepada polisi untuk melakukan penyelidikan.

Seorang warga James Boyles mengatakan kepada Milwaukee Journal Sentinel bahwa istrinya, Lasonya Ragdales, bekerja di Molson Coors. Ragdales mengirim SMS dari dalam gedung dan mengatakan kepada suaminya bahwa ada seorang penembak aktif. Dia dikurung di sebuah ruangan bersama dengan sejumlah rekan kerjanya.

Miller Valley memiliki tempat pembuatan bir berusia 160 tahun. Pabrik ini dilengkapi dengan pusat pengemasan yang dapat mengisi ribuan kaleng dan botol setiap menit, serta pusat distribusi seukuran lima kali lapangan sepak bola. Fasilitas ini juga menjadi rumah bagi layanan pelanggan korporat, keuangan, sumber daya manusia, dan teknik.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA