Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Mahathir Kembali Pimpin Partai Bersatu

Kamis 27 Feb 2020 15:52 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Sekjen Partai Marzuki Yahya mengatakan Mahathir Mohamad kembali pimpin Partai Bersatu. Ilustrasi.

Sekjen Partai Marzuki Yahya mengatakan Mahathir Mohamad kembali pimpin Partai Bersatu. Ilustrasi.

Foto: EPA-EFE/Fazry Ismail
Sekjen Partai Marzuki Yahya mengatakan Mahathir kembali pimpin Partai Bersatu

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR - Beberapa hari setelah pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri dan Ketua Partai Bersatu, Perdana Menteri Interim Malaysia Mahathir Mohammad dilaporkan telah setuju untuk kembali sebagai ketua partai, Kamis (27/2). Sekretaris Jenderal Partai Marzuki Yahya mengatakan kebenaran kabar tersebut.

"Ya, itu benar," kata Marzuki kepada Named dikutip Channel News Asia, Kamis (27/2). Kendati demikian, belum ada konfirmasi langsung dari Mahathir sendiri soal ini.

Setelah menerima pengunduran diri sebagai Perdana Menteri, Yang Dipertuan Agong Raja Abdullah Ri'yatuddin al-Mustafa Billah Shah langsung menunjuk Mahathir sebagai perdana menteri interim. Dengan posisi baru ini, Mahathir masih akan tetap memegang wewenang penuh sebagai pemimpin seperti biasa.

Pemimpin Malaysia ke-7 ini secara mengejutkan mundur dari jabatan PM dan Ketua Partai Bersatu Senin lalu. Pada hari yang sama, Presiden Bersatu Muhyiddi Nasyid mengumumkan bahwa Bersatu menarik diri dari koalisi berkuasa, Pakatan Harapan (PH).

Peristiwa ini memicu pergolakan politik di Malaysia. Menteri Kabinet Malaysia dibebaskan dari tugas dan partai-partai politik mereka berjuang untuk menyusun strategi langkah-langkah selanjutnya.

Raja Malaysia kemudian memanggil semua anggota parlemen ke istana untuk diwawancarai guna mengukur siapa yang memimpin mayoritas Dewan Rakyat. Pada Rabu, Mahathir mengatakan dalam pidato televisi bahwa ia ingin membentuk pemerintah persatuan non-partisan.

Namun gagasan itu ditolak oleh mantan rivalnya pada 2018, Anwar Ibrahim, serta koalisi oposisi dari Front Nasional dan Partai Islam di Malaysia. Para pemimpin koalisi PH dalam sebuah konferensi pers menunjuk Anwar sebagai PM, mengikuti ketidakhadiran Mahathir pada pertemuan dewan presiden PH pada Selasa.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA