Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Iran Laporkan 22 Kematian Akibat Covid-19

Kamis 27 Feb 2020 16:48 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Warga Teheran Iran melintasi jalanan kota menggunakan masker. Sebanyak 22 orang di Iran meninggal akibat virus Corona atau Covid-19. Ilustrasi.

Warga Teheran Iran melintasi jalanan kota menggunakan masker. Sebanyak 22 orang di Iran meninggal akibat virus Corona atau Covid-19. Ilustrasi.

Foto: ABEDIN TAHERKENAREH/EPA EFE
Sebanyak 22 orang di Iran meninggal akibat virus Corona atau Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Wabah virus Corona baru atau Covid-19 kini merambah hampir ke seluruh negara, termasuk Timur Tengah. Iran melaporkan 141 kasus infeksi baru dengan total orang yang meninggal karena virus ini menjadi 22 orang.

Angka ini merupakan kematian yang dikatakan tinggi di luar China. Kantor berita Iran, IRNA, mengumumkan 141 kasus orang yang terinfeksi di Iran terdeteksi dan 22 orang dikonfirmasi meninggal karena Covid-19.

Pusat wabah di negara yang paling terkena dampak di Timur Tengah adalah Iran tepatnya di kota suci Syiah, Qom. Di sana, banyak orang yang melakukan penghormatan untuk mencium dan menyentuh sebuah kuil yang terkenal.

Negara kecil Kuwait yang kaya akan minyak juga mengumumkan lonjakan kasus Corona menjadi 43 kasus dari sebelumnya 26 kasus infeksi. Semua pasien yang terpapar di Kuwait dikaitkan dengan para pelancong yang baru-baru ini datang dari Iran.

Meski belum ada kasus terkonfirmasi di Arab Saudi, Kerajaan melakukan upaya yang mengejutkan semua pihak dengan pembatasan kedatangan jamaah umrah. "Arab Saudi memutakhirkan dukungannya untuk semua tindakan internasional dalam membatasi penyebaran virus ini dan mendesak warganya untuk berhati-hati sebelum bepergian ke negara-negara yang mengalami wabah virus Corona," kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan keputusan tersebut.

"Kami meminta Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menyelamatkan semua manusia dari segala bahaya," tambah pernyataan itu. Wabah penyakit selalu menjadi masalah seputar haji. Wabah paling awal tercatat terjadi pada tahun 632 ketika para peziarah memerangi malaria.

Wabah kolera pada tahun 1821 misalnya sudah menewaskan 20 ribu peziarah. Wabah kolera lain pada 1865 juga menewaskan 15 ribu peziarah dan kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Tahun 2000-an Saudi menghadapi bahaya dari virus Corona yang menyebabkan sindrom pernapasan Timur Tengah atau dikenal MERS. Wabah MERS melonjak dari unta sakit ke manusia. Kerajaan meningkatkan langkah-langkah kesehatan masyarakat selama haji pada 2012 dan 2013, meskipun tidak ada wabah terjadi di tengah haji.

WHO mencatat sejak September 2012, terdapat hampir 2.500 kasus MERS di Timur Tengah. Setidaknya 858 orang meninggal karena MERS.

Baca Juga

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA