Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Singapura Waspadai Peningkatan Infeksi Virus Corona

Kamis 27 Feb 2020 20:46 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

Singapura masih bersiaga dan mewaspadai peningkatan kasus infeksi virus Corona. Ilustrasi.

Singapura masih bersiaga dan mewaspadai peningkatan kasus infeksi virus Corona. Ilustrasi.

Foto: EPA-EFE/How Hwee Ypung
Singapura masih bersiaga dan mewaspadai peningkatan kasus infeksi virus Corona

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Pemerintah Singapura masih bersiaga dan mewaspadai peningkatan kasus infeksi virus Corona atau Covid-19. Menurutnya hal itu dapat terjadi kapan saja mengingat wabah telah menyebar ke sekitar 40 negara.

Pendekatan yang dilakukan Singapura yang secara aktif mencari kasus baru Covid-19 dan mengarantina kontak terdekat telah efektif dalam kelompok infeksi sejauh ini. Pernyataan itu diungkapkan Kepala ilmuwan kesehatan di Kementerian Kesehatan Singapura Profesor Tan Chorh Chuan. Singapura menghadapi 93 kasus Covid-19 dan 62 di antaranya telah sepenuhnya pulih.

Baca Juga

"Kami belum melihat bukti penyebaran masyarakat. Namun itu terlalu dini untuk mengatakan bahwa yang terburuk sudah berakhir," ujarnya pada Kamis (27/2) dikutip laman The Straits Times.

"Mengingat tingkat di mana kasus baru dilaporkan di seluruh dunia, selalu ada risiko kasus impor baru. Karena itu kami harus tetap waspada," ujar Tan Chorh Chuan.

Pemimpin program penyakit menular di National University of Singapore's Saw Swee Hock School of Public Health, Hsu Li Yang, menjelaskan saat ini para ahli dan pakar mengetahui bahwa Covid-19 sangat menular antar manusia. "Ini menyebar di antara orang-orang dengan cara yang mirip dengan influenza (yaitu terutama tetesan dan kontak). Tapi karena itu adalah virus baru, tidak ada kekebalan terhadapnya, tidak seperti dalam kasus influenza musiman dan karenanya, tampaknya sangat menular," ucapnya.

Beberapa ilmuwan telah memperkirakan bahwa setengah atau lebih dari populasi dunia dapat terinfeksi Covid-19. Menurut Hsu Li Yang, hal itu didasarkan pada proyeksi pemodelan epidemiologis dan akan terjadi hanya jika tidak ada upaya menghentikan penyebaran virus. Seperti halnya flu musiman, misalnya.

"Wabah ini lebih serius daripada yang diperkirakan sebelumnya dan yang terburuk belum terjadi di sebagian besar negara. Namun, mengingat intervensi aktif dan masif saat ini di banyak negara seperti Korea Selatan, Italia, Jepang, dan Singapura, tidak mungkin bahwa dunia akan sampai pada tahap di mana setengah dari populasinya terinfeksi Covid-19," ujar Hsu Li Yang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA