Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Kalifornia Pantau 8.400 Orang untuk Cegah Penyebaran Corona

Jumat 28 Feb 2020 10:56 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Seorang perawat memeriksa kondisi pasien corona di sebuah rumah sakit, ilustrasi

Seorang perawat memeriksa kondisi pasien corona di sebuah rumah sakit, ilustrasi

Foto: Xiao Yijiu/Xinhua via AP
Kalifornia tidak memiliki alat tes yang cukup untuk menangani virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Kalifornia sedang memantau lebih dari 8.400 orang yang tiba menggunakan penerbangan komersial untuk gejala virus corona. Gubernur Gavin Newsom menyatakan, dengan jumlah yang besar, wilayah itu tidak dibekali alat tes yang cukup, Kamis (27/2).

Baca Juga

Negara bagian Amerika Serikat ini hanya memiliki 200 alat tes. Newsom mengatakan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) telah meyakinkan negara bagian bahwa protokol pengujian akan diusahakan dan akses ke alat tes akan terpenuhi dalam beberapa hari mendatang.

Laporan terbaru, wilayah tersebut telah mendapatkan kasus virus corona yang tidak diketahui sumber awalnya pada Rabu. Misteri itu berpotensi menjadi insiden pertama penyebaran virus di dalam komunitas AS.

"Tidak mengherankan bahwa kita telah melihat wabah mini ini terjadi di seluruh dunia. Kami tahu virusnya mudah menyebar," kata profesor epidemiologi di University of California, Dr. Jeffrey Klausner.

Pasien perempuan, yang tinggal di bagian utara Solano County, Kalifornia, pada awalnya tidak mendapatkan tes untuk virus corona. Menurut sebuah pernyataan oleh UC Davis Medical Center di Sacramento, hal itu karena dia tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh CDC.

Kondisi itu pula yang mendesak negara bagian Kalifornia meminta kewenangan untuk melakukan tes terhadap warga AS. Cara itu diharapkan dapat menahan penyebaran virus yang bisa terjadi di AS.

Protokol CDC telah menyerukan pengujian virus corona pada individu dengan demam atau penyakit pernapasan yang memiliki riwayat perjalanan atau kontak yang bisa mengarah pada paparan virus. Peraturan itu membuat warga AS yang tidak punya riwayat perjalanan tidak bida dilakukan tes.

Para pejabat Kalifornia mengatakan protokol itu harus diperluas mengingat penyebaran lokal yang tidak terhindarkan di AS. Paling tidak, terdapat 33 orang dinyatakan positif mengidap virus itu.

"Kasus dari kemarin memberi CDC banyak pertimbangan untuk merevisi protokol-protokol itu sehingga lebih banyak orang akan diuji," kata Direktur Badan Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Kalifornia, Mark Ghaly, merujuk pada perempuan dari Solano County.

Direktur CDC Robert Redfield mengatakan, lebih banyak perangkat tes akan dikirim ke Kalifornia dan mendukung pengujian yang diperluas. "Ketika seorang dokter atau seorang individu kesehatan masyarakat mencurigai virus corona, maka kita harus bisa mendapatkan tes untuk virus corona, jadi itulah pedoman saat ini yang keluar hari ini," katanya.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA