Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Partai Bersatu Usung Muhyiddin Jadi Kandidat PM Malaysia

Jumat 28 Feb 2020 18:28 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim pada konferensi pers setelah pertemuan dewan presiden Pakatan Harapan di Putrajaya, Malaysia. Muhyiddin Yassin diusung Partai Bersatu jadi kandidat Perdana Menteri baru Malaysia berikutnya. Ilustrasi.

Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim pada konferensi pers setelah pertemuan dewan presiden Pakatan Harapan di Putrajaya, Malaysia. Muhyiddin Yassin diusung Partai Bersatu jadi kandidat Perdana Menteri baru Malaysia berikutnya. Ilustrasi.

Foto: EPA-EFE/Ahmad Yusni
Muhyiddin Yassin diusung jadi kandidat perdana menteri baru Malaysia berikutnya.

REPUBLIKA.CO.ID, PUTRA JAYA - Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) mencalonkan presiden Partai Bersatu, Muhyiddin Yassin, untuk menjadi kandidat perdana menteri (PM) baru Malaysia berikutnya. Langkah ini menyusul pemungutan suara parlemen yang akan menentukan pengganti PM interim Mahathir Mohamad Senin mendatang.

Dalam pernyataan pers singkat pada Jumat (28/2) sore waktu setempat, Sekretaris Jenderal Bersatu Marzuki Yahya memberikan keterangan. Dia mengatakan, partainya akan mengajukan Muhyiddin Mohd Yassin kepada raja untuk dipilih menjadi PM baru.

Baca Juga

"Setelah pertemuan di antara anggota parlemen Bersatu, telah diputuskan untuk mencalonkan Muhyiddin Mohd Yassin, Presiden Bersatu dan MP Pagoh, untuk raja menjadi perdana menteri kedelapan Malaysia," ujar Marzuki dikutip Channel News Asia, Jumat.

Dia mengatakan pertemuan terebut dihadiri oleh 36 anggota parlemen Bersatu. Meski demikian, Bersatu kini memegang 26 kursi di parlemen. Diyakini ada 10 anggota parlemen dari kubu independen Azmin Ali yang mempertimbangkan untuk bergabung dengan Bersatu. Bersatu bersama dengan faksi yang dipimpin Azmin dari Partai Keadilan Rakyat sebelumnya menjanjikan dukungan mereka untuk PM interim Mahathir untuk melanjutkan jabatan sebagai PM.

Pekan lalu, Azmin menawarkan anggota parlemen koalisi yang berkuasa untuk bergabung dengan kelompok oposisi untuk membentuk koalisi baru. Namun, tanpa Anwar Ibrahim.

Hal ini pun mengintensifkan spekulasi bahwa Bersatu dan pendukung Azmin telah meninggalkan koalisi Pakatan Harapan (PH) dan hendak membentuk koalisi penguasa baru. Pada Senin lalu, Mahathir secara mengejutkan mengajukan pengunduran dirinya ke Raja. Meski Raja menerima pengunduran dirinya, Raja langsung menunjuk Mahathir kembali sebagai PM interim hingga ada yang menggantikannya.

Pada hari yang sama, Mahathir memberitahukan kepada Anwar dan Sekretaris Jenderal Partai Aksi Demokrat (DAP) Lim Guan Eng bahwa ia tidak terlibat dalam upaya untuk membentuk koalisi baru. Namun, tidak lama kemudian, Bersatu mengumumkan bahwa pihaknya keluar dari PH. Sementara Azmin dan 10 anggota parlemen lainnya menyatakan kepergian mereka dari PKR. Ini berarti PH tidak akan lagi memiliki mayoritas di parlemen dengan 222 kursi.

Malam yang sama, kubu Azmin telah merilis pernyataan yang mengatakan bahwa mereka bukan pengkhianat. Mereka mengatakan niatnya adalah untuk memastikan Mahathir akan diizinkan untuk menjalani masa tugas penuhnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA