Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Otoritas Kesehatan di New York tak Bisa Deteksi Corona?

Sabtu 29 Feb 2020 13:12 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nidia Zuraya

Ilustrasi Virus Corona

Ilustrasi Virus Corona

Foto: MgIt03
Otoritas Kesehatan New York mengajukan aplikasi darurat untuk pengujian virus corona

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Para pejabat kesehatan di New York, Amerika Serikat (AS) berusaha untuk mendapatkan alat uji virus corona jenis baru, pasca pemerintah federal dinilai menggunaan produk yang salah. Alat yang diberikan oleh pemerintah federal dikatakan membuat mereka tidak dapat mendiagnosis orang yang terinfeksi vdengan cepat di salah kota terpadat di negara itu.

Departemen Kesehatan New York mengajukan aplikasi darurat pada Jumat (28/2). Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) diminta untuk memberi izin menggunakan kit pengujian untuk virus corona baru yang telah dikembangkan di negara bagian itu, menurut seorang pejabat yang terlibat dalam proses tersebut.

"Setelah persetujuan FDA, yang kami percaya sudah dekat, laboratorium kesehatan masyarakat New York State, Wadsworth Center, dapat segera memulai pengujian," Jonah Bruno, juru bicara Departemen Kesehatan New York.

Pejabat kesehatan masyarakat mengatakan kemampuan untuk menguji secara lokal dan mendapatkan hasil dalam beberapa jam akan sangat penting untuk respon cepat terhadap virus corona jenis baru yang menyebar dengan cepat. Selama beberapa pekan, pengujian lokal di AS telah dikritik sebagai langkah awal yang salah dalam respon oleh pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump.

Virus corona jenis baru atau dinamakan secara resmi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai Covid-19 pertama kali ditemukan di Wuhan, Ibu Kota Pprovinsi Hubei, Cina. Sejak itu, kasus infeksi terus berkembang secara global dan tercatat telah ditemukan di 46 negara, termasuk AS.

Pada tiga pekan lalu, FDA memberi lampu hijau untuk laboratorium negara bagian dan lokal untuk mulai menggunakan kit pengujian yang dikembangkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Namun, sebagian besar laboratorium yang menerima kit uji virus corona mengeluhkan bahwa alat ini memiliki komponen yang salah dan menujkkan hasil yang tidak meyakinkan.

Bahkan, di New York City, alat uji Covid-19 yang ditemukan dinilai lebih berpotensi memberikan hasil yang salah. Karena itu, pejabat kesehatan di kota ini tidak dapat menggunakan solusi yang dikeluarkan oleh CDC dan mereka hrus mengirimkan sampel ke laboratorium di Atlanta, yang membuat proses pemeriksaan dan pembacaan hasil semakin lama.

Secara keseluruhan ada 62 kasus virus corona jenis baru yang dikonfirmasi di AS dan sebagian besar diantaranya terinfeksi setelah melakukan perjalanan ke luar negeri.

Baca Juga

Hingga saat ini belum ada kasus yang ditemukan di New York, namun Wali Kota Bill de Blasio meningatkan bahwa ada berbagai kemungkinan dan persiapan harus dilakukan secara matang. Pejabat kesehatan di kota itu juga disebut berusaha mengembangkan alat tes sendiri, dengan menyalin protokl CDC dari kit pengganti yang lebih akurat.



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA