Selasa 10 Mar 2020 12:52 WIB

Harry dan Meghan Hadiri Pertemuan Terakhir dengan Kerajaan

Para bangsawan terkemuka Inggris berkumpul di Westminster Abbey.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Para bangsawan terkemuka Inggris berkumpul di Westminster Abbey dalam sebuah pertemuan tahunan Commonwealth Service. Agenda tahunan ini menjadi pertemuan terakhir bagi Pangeran Harry dan Meghan dengan keluarga Kerajaan Inggris sebelum Megxit yang berlaku mulai akhir Maret.

Commonwealth Service menjadi pertemuan pertama bagi Harry dan Meghan bersama dengan Ratu Elizabeth, Pangeran Harry, dan Pangeran Charles sejak pasutri itu memutuskan mundur dari keluarga kerajaan. Ketika tiba di Westminster Abbey, Harry dan Meghan tersenyum serta melambaikan tangan ke arah William dan istrinya, Kate. Selain itu, Harry dan Meghan juga sempat mengobrol dengan paman mereka, Pangeran Edward, yang duduk di samping mereka.

Baca Juga

"Saya membayangkan semua orang akan berperilaku sangat baik. Namun, kita tidak tahu apa yang mereka pikirkan secara pribadi," ujar penulis biografi kerajaan, Penny Junor, kepada Reuters.

Pada Januari lalu, Harry dan Meghan membuat keputusan yang mengejutkan publik. Mereka memutuskan mundur dari keluarga kerajaan dan memulai kehidupan baru secara mandiri.

Berdasarkan rapat dengan keluarga kerajaan, disepakati tugas Harry dan Meghan di kerajaan akan selesai pada akhir Maret. Setelah itu, mereka tidak akan menggunakan gelar kerajaan. Harry juga akan melepaskan gelar militernya. Harry dan Meghan bersama putra mereka, Archie, akan menetap di Kanada.

Hasil jajak pendapat menunjukkan Harry merupakan salah satu bangsawan paling populer di Inggris. Junor mengatakan, kepergian Harry akan menjadi kehilangan besar bagi keluarga kerajaan.

"Saya pikir dia akan menjalani takdirnya sebagai anggota keluarga kerajaan. Dia tahu apa yang bisa dia lakukan dengan posisinya dan kekuatan yang dia miliki untuk mengubah segalanya. Saya pikir dia akan kehilangan kemampuan utuk membuat kehidupan orang lain menjadi lebih baik," ujar Junor.

Harry yang bertugas di militer Inggris selama 10 tahun tidak pernah menyembunyikan ketidaknyamanannya dari media. Dia secara gamblang mengatakan tentang perjuangan mentalnya setelah kematian ibunya, Putri Diana. Selain itu, Harry juga geram atas perlakuan media yang kerap menyerang istrinya, Meghan.

Junor memperkirakan Harry kemungkinan akan mengalami kesulitan tinggal di Kanada yang jauh dari keluarga serta teman-temannya. Harry akan meninggalkan semua kehidupan yang telah dilaluinya sejak kecil di Inggris.

"Dia akan meninggalkan semua orang yang dikenalnya, keluarga besar yang sangat dekat dengannya. Dia tidak mengenal siapa pun di Kanada dan dia tidak memiliki pekerjaan," kata Junor.

Akhir pekan lalu, Harry bertemu dengan Ratu Elizabeth di Windsor Castle untuk membahas masa depannya. Sebuah sumber kerajaan mengonfirmasi laporan di surat kabar Sun bahwa sang ratu selalu membuka pintu kerajaan bagi Harry jika sewaktu-waktu dia berubah pikiran dan ingin kembali. "Saya bisa membayangkan bahwa suatu hari nanti Harry akan kembali," kata Junor.

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement