Kamis 12 Mar 2020 04:42 WIB

Corona Diklaim tak Ganggu Bisnis Properti di Australia

Tidak ada dampak yang kita rasakan untuk penjualan properti Australia

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani
Properti yang dibangun oleh Crown Group di Kota Sydney, Australia(PT Crown)
Foto: PT Crown
Properti yang dibangun oleh Crown Group di Kota Sydney, Australia(PT Crown)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Perusahaan properti asal Australia, Crown Grup mengklaim, merebaknya virus corona sama sekali tidak berpengaruh terhadap penjualan properti. Direktur Penjualan dan Pemasaran Crown Group Indonesia, Tyas Sudaryomo mengaku, penjualan properti di perusahaannya, malah menunjukkan tren positif.

"Gak ada dampak negatif dengan adanya virus corona ya. Tidak ada dampak yang kita rasakan untuk penjualan properti Australia. Karena semuanya kita rasakan normal," kata Tyas di Surabaya, Rabu (11/3).

Tyas menjelaskan, berdasarkan data yang ada, pada Februari 2020, perusahaannya telah mampu menjual properti senilai 13 juta dolar Australia, atau setara Rp 130 miliar. Kemudian di awal Maret 2020, Crown Grup mampu menjual properti senilai 5,5 juta dolar Australia atau setara Rp 55 miliar.

"Nah bahkan Februari sama Maret 2020 ini naik dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Jadi enggak ada dampak corona terhadap penjualan properti," ujar Tyas.

Tyas menjabarkan, dari semua properti yang dipasarkan perusahaan di Australia, 70 persen di antaranya memang diperuntukkan bagi warga negara setempat. Sementara 30 persen sisanya, boleh dijual kepada warga negara di luar Australia. Dari pembeli di luar warga negara Australia, pembeli tertinggi adalah dari Cina, disusul kemudian dari Indonesia.

Tyas mengklaim, setelah merebaknya virus corona, pembeli dari Cina juga tidak mengalami penurunan. "Dengan adanya virus, Australia kan cenderung lebih aman dari segi kesehatan, pendidikan, ekonomi. Jadi mungkin mereka juga berpikirnya mencari rumah alternatif yang lebih aman," kata Tyas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement