Selasa 17 Mar 2020 04:37 WIB

Masjid Turki Hentikan Sementara Shalat Berjamaah

Masjid di Turki tetap terbuka untuk shalat sendiri.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nur Aini
Masjid Yeni Valide, Istanbul, Turki.(Wikipedia)
Foto: Wikipedia
Masjid Yeni Valide, Istanbul, Turki.(Wikipedia)

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Kepala Direktorat Agama Turki, Ali Erbas mengatakan Turki menghentikan shalat berjamaah di seluruh masjid hingga risiko wabah virus Covid-19 berlalu sejak Senin (16/3).

Dilansir di Reuteurs, Erbas mengatakan masjid akan tetap terbuka untuk shalat secara sendiri. Sejauh ini Turki telah mengidentifikasi total 18 kasus orang yang terjangkit virus covid-19.

 

Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan telah mengidentifikasi 12 kasus baru dari virus corona pada Senin, menandai kenaikan harian tertinggi sejak negara itu mengumumkan kasus pertamanya Ahad lalu. Koca mengatakan bahwa dua kasus baru terkait dengan kasus pertama yang dilaporkan, sementara tujuh kasus telah melakukan perjalanan dari Eropa dan tiga dari Amerika Serikat.

 

Pemerintah telah meningkatkan langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran virus, menutup sekolah dan universitas dan mengadakan acara olahraga tanpa penonton. Pada Ahad (15/3), kementerian dalam negeri negara itu mengumumkan penutupan sementara bar dan klub malam di 81 provinsi untuk menghentikan penyebaran virus.

 

Turki juga telah mendirikan tempat karantina untuk lebih dari 10.300 orang yang kembali dari umrah di Arab Saudi. Pada Sabtu, Koca menyatakan keprihatinan pemerintah tentang kasus-kasus baru yang mungkin tidak terdeteksi dan meminta warga untuk melakukan karantina sendiri selama 14 hari setelah kembali dari luar negeri.

 

"Melewati tes skrining kesehatan tidak berarti Anda tidak membawa risiko apa pun," katanya dilansir di Aljazirah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement