Ahad 22 Mar 2020 05:13 WIB

Ilmuwan Temukan Pecahan Benua Kuno

Pecahan ini berukuran 10 persen lebih besar dari yang diperkirakan.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Agus Yulianto
Greenland (greenland.go)
Foto: greenland.go
Greenland (greenland.go)

REPUBLIKA.CO.ID,  GREENLAND -- Para ilmuwan Kanada telah menemukan sebuah pecahan dari sebuah benua kuno. Pecahan ini berukuran 10 persen lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya.

Mereka sedang mempelajari sampel berlian dari Pulau Baffin, suatu daratan yang tertutup gletser di dekat Greenland, ketika mereka melihat sisa-sisa Kraton Atlantik Utara, dilansir di BBC, Sabtu (21/3).

Kraton adalah bagian kuno dan stabil dari kerak benua Bumi. Kraton Amerika Utara membentang dari sekarang Skotlandia ke Amerika Utara dan pecah 150 juta tahun yang lalu.

Para ilmuwan menemukan bukti terbaru ketika mereka memeriksa sampel eksplorasi kimberlite, sebuah batu yang sering mengandung berlian, dari Pulau Baffin.

"Bagi para peneliti, kimberlite adalah roket bawah tanah yang membawa penumpang dalam perjalanan ke permukaan," kata ahli geologi Universitas British Columbia Maya Kopylova. 

"Para penumpangnya adalah bongkahan batuan padat yang membawa banyak detail pada kondisi jauh di bawah permukaan planet kita dari waktu ke waktu," katanya.

Kopylova dan rekan-rekannya mengatakan, sampel tersebut memiliki ciri khas yang cocok dengan bagian lain dari Kraton Atlantik Utara.

"Menemukan potongan-potongan yang hilang ini seperti menemukan potongan puzzle yang hilang," kata Kopylova.

Sampel diambil dari jauh di bawah Provinsi Chidliak Kimberlite di Pulau Baffin selatan. Rekonstruksi lempeng Bumi sebelumnya didasarkan pada sampel batuan dangkal yang terbentuk pada kedalaman satu hingga 10 km (enam mil).

Kopylova mengatakan, penemuan itu menambah sekitar 10 persen dari ukuran kraton yang diketahui.  "Pengetahuan kita secara harfiah dan simbolis menjadi lebih dalam," katanya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement