Rabu 01 Apr 2020 17:06 WIB

Eropa akan Buat Aplikasi Lacak Kontak Pasien Corona

Pakar akan membuat aplikasi lacak kontak pasien corona yang mematuhi UU privasi.

Red: Nur Aini
Ilustrasi Aplikasi Ponsel
Foto: pixabay
Ilustrasi Aplikasi Ponsel

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Ilmuwan dan pakar teknologi Eropa mengatakan mereka akan meluncurkan inisiatif bersama pada Rabu (1/4) dalam penggunaan aplikasi digital untuk memerangi virus corona. Mereka akan tetap mematuhi undang-undang perlindungan privasi yang keras di kawasan itu.

Penyimpanan Data Pelacakan Kedekatan Pribadi Pan-Eropa (PEPP-PT) menyatukan 130 peneliti dari delapan negara untuk mengembangkan aplikasi yang dapat mendukung upaya penelusuran kontak di dalam negara dan lintas batas.

Baca Juga

"Tujuan kami adalah untuk memberi dasar bagi komponen inti digital dari perjuangan global melawan Covid-19," kata Hans-Christian Boos, pendiri perusahaan otomasi bisnis Arago dan anggota dewan penasihat digital untuk pemerintah Jerman.

"Platform PEPP-PT yang dapat dibangun oleh pihak lain mencakup penyimpanan data pelacakan kedekatan digital pribadi dan anonim, yang sepenuhnya sesuai dengan GDPR dan juga dapat digunakan saat bepergian antar negara."

GDPR, atau Peraturan Perlindungan Data Umum, adalah aturan privasi Uni Eropa yang menetapkan batasan ketat pada pemrosesan data pribadi, sehingga menyulitkan. Hal itu termasuk untuk menggunakan data lokasi telepon pintar untuk memerangi Covid-19 - penyakit seperti flu yang disebabkan oleh virus corona. Boos akan mengadakan pengarahan pers pada jam 11 pagi waktu setempat bersama dengan Marcel Salathe, kepala Lab Epidemiologi Digital di Institut Teknologi Federal Swiss di Lausanne dan Thomas Wiegand dari Universitas Teknik Berlin dan kepala Fraunhofer Heinrich Hertz Institute (HHI).

HHI mengatakan pada Senin bahwa Jerman beberapa minggu lagi akan meluncurkan aplikasi telepon pintar yang dapat melacak Bluetooth yang berdekatan antara perangkat. Sehingga memungkinkan untuk memperingatkan mereka yang berisiko terinfeksi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement