Rabu 08 Apr 2020 15:25 WIB

Kondisi Perdana Menteri Inggris Boris Johnson Telah Stabil

Johnson dirawat di rumah sakit sejak Ahad (5/4) karena mengalami gejala Covid-19.

Rep: puti almas/ Red: Hiru Muhammad
Polisi berjaga di depan Ruma Sakit St.Thomas tempat Boris Johnson dirawat, Selasa (7/4). Sejumlah pemimpin dunia dan tokoh politik mendoakan Boris Johnson.
Foto: Andy Rain/EPA
Polisi berjaga di depan Ruma Sakit St.Thomas tempat Boris Johnson dirawat, Selasa (7/4). Sejumlah pemimpin dunia dan tokoh politik mendoakan Boris Johnson.

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON — Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dilaporkan berada dalam kondisi stabil pada Rabu (8/4) setelah sempat memburuk dua hari terakhir. Ia tengah menjalani perawatan intensif karena infeksi virus corona jenis baru (Covid-19).

“Kondisi perdana menteri stabil dan tetap dalam perawatan intensif untuk pengawasan ketat. Ia kini dalam keadaan baik,” ujar pernyataan Pemerintah Inggris, dilansir Sputnik pada Rabu (8/4).

Johnson dirawat di rumah sakit sejak Ahad (5/4) karena mengalami gejala Covid-19. Namun, karena kondisi pria berusia 55 tahun itu memburuk, sehingga harus dipindahkan ke unit perawatan intensif (ICU) pada Senin (6/4). 

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan bahwa Johnson menerima perawatan oksigen standar. Ia diketahui belum membutuhkan alat bantu pernapasan seperti ventilator. “Saya yakin ia (Johnson) akan sembuh). Ia adalah seorang pejuang dan segera kembali memimpin negara, serta mengatasi krisis ini dalam waktu singkat,” jelas Raab dalam sebuah konferensi pers mengenai Covid-19.

Inggris sejauh ini mengkonfirmasi 55.242 kasus Covid-19. Sebanyak 213.181 warga di negara itu dilaporan masih penunggu hasil tes dan 6.159 pasien meninggal. 

Virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) yang menyebabkan infeksi penyakit Covid-19 pertama kali ditemukan di Wuhan, Ibu Kota Provinsi Hubei, Cina pada Desember 2019. Sejak saat itu, virus terus menyebar secara global ke berbagai negara lainnya di dunia. 

Berdasarkan data Worldometers, jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia hingga Rabu (8/4) pagi adalah sebanyak 1.434.356 dan jumlah kematian 82.148. Sementara, total pasien yang dinyatakan pulih dari infeksi virus tersebut saat ini telah mencapai 302.465. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement