Ahad 12 Apr 2020 11:51 WIB

Wali Kota New York Tutup Sekolah Hingga September

Menjadi episentrum Covid-19, New York tutup sekolah hingga September.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Reiny Dwinanda
Wali Kota New York Bill de Blasio memutuskan untuk menutup sekolah hingga September di tengah memburuknya angka kematian akibat Covid-19 di Amerika Serikat.
Foto: Reuters/Carlo Allegri
Wali Kota New York Bill de Blasio memutuskan untuk menutup sekolah hingga September di tengah memburuknya angka kematian akibat Covid-19 di Amerika Serikat.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Pemerintah Kota New York, Amerika Serikat akan menutup sekolah hingga September mendatang. Hal itu dilakukan guna terus menekan penyebaran virus corona tipe baru yang menyebabkan Covid-19.

Wali Kota New York Bill de Blasio mengatakan, pemerintahannya sedang mematangkan rencana komprehensif untuk membuka kembali sekolah dengan aman pada September. "Tahun depan akan menjadi tahuh akademik terbesar yang pernah dimiliki sekolah umum di New York," ucapnya dalam sebuah konferensi pers pada Sabtu (11/4), dikutip laman The Guardian.

Baca Juga

De Blasio mengakui, bukan keputusan mudah untuk menutup sekolah hingga September. Artinya, sebanyak 1,1 juta siswa harus terus mengikuti kegiatan belajar mengajar secara daring atau online untuk sementara waktu.

Namun, de Blasio berpendapat, keputusan tersebut sudah tepat. "Itu juga keputusan yang dibuat sedikit lebih jelas oleh fakta bahwa pembelajaran jarak jauh semakin berjalan dan terus berjalan setiap hari," ujarnya.

Kendati demikian, warga New York sempat dibuat bingung. Hal itu karena Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan, belum ada keputusan tentang penutupan sekolah hingga September. Ini bukan pertama kali kebijakan penanganan wabah Covid-19 yang diambil de Blasio "dipatahkan" Cuomo.

Cuomo menegaskan bahwa keputusan untuk memperpanjang penutupan sekolah adalah otoritas hukumnya. "Ketika kami membuat keputusan untuk menutup sekolah, kami membuatnya untuk seluruh wilayah. Setiap keputusan untuk membuka kembali mereka juga akan menjadi keputusan yang terkoordinasi," ujarnya dalam sebuah konferensi pers tak lama setelah pernyataan de Blasio beredar.

Saat ditanya tentang pernyataan de Blasio mengenai penutupan sekolah, Cuomo menjawab bahwa itu merupakan pendapat sang wali kota. "Itu pendapatnya. Dia tidak menutupnya (sekolah) dan tidak bisa membukanya. Itu terjadi pada basis metropolitan dan kami akan bertindak berdasarkan metropolitan, berkoordinasi dengan Nassau, Suffolk, dan Westchester," kata Cuomo.

Sekretaris pers de Blasio, Freddi Goldstein, seketika mengkritik pernyataan Cuomo. "Reaksi gubernur terhadap kami menutup sekolah mengingatkan kita bagaimana dia bereaksi ketika wali kota meminta tempat perlindungan. Kami dulu dan kami sekarang. Sekolah tetap ditutup, sama seperti bagaimana kita pada akhirnya, beberapa hari kemudian, pindah ke tempat perlindungan," ucapnya.

Saat Cuomo masih melangsungkan konferensi pers, pemerintah kota telah mengirim surel kepada para orang tua berisi keterangan perpanjangan penutupan sekolah. "Siswa sekolah Kota New York akan melanjutkan pembelajaran jarak jauh untuk sisa tahun ajaran 2019-2020," bunyi surel tersebut.

Hingga berita ini ditulis, Amerika Serikat (AS) memiliki lebih dari 532.879 kasus Covid-19 dengan korban meninggal mencapai 20.577 jiwa. Selain kasus, saat ini Negeri Paman Sam menempati urutan pertama sebagai negara dengan korban meninggal akibat Covid-19 terbanyak.

New York merupakan negara bagian yang paling parah dilanda wabah. Ia memiliki lebih dari 180 ribu kasus Covid-19 dengan korban meninggal melampaui 8.600 jiwa.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement