Senin 13 Apr 2020 13:53 WIB

Korsel Rancang Pedoman Baru Saat Penyebaran Corona Melambat

Korsel khawatir kewaspadaan warga menurun saat penyebaran virus corona melambat.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini
Sejumlah pelajar mengenakan masker wajah saat bersepeda di Seoul, Korea Selatan, Rabu, (8/4).
Foto: AP/Ahn Young-joon
Sejumlah pelajar mengenakan masker wajah saat bersepeda di Seoul, Korea Selatan, Rabu, (8/4).

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Wakil Menteri Kesehatan Korea Selatan (Korsel), Kim Gang-lip, meminta warga untuk menjaga kewaspadaan di tengah perlambatan penyebaran virus corona. Kondisi normal dinilai belum bisa terjadi sehingga pemerintah akan merancang pedoman berkelanjutan untuk ekonomi dan aktivitas sosial warga.

Kim melakukan pertemuan dengan para pejabat membahas konversi kampanye jarak jauh sosial selama beberapa pekan pada Senin (13/4). Upaya yang menjadi pedoman lebih berkelanjutan tersebut akan diumumkan pada awal pekan ini.

Baca Juga

Pedoman tersebut, menurut Kim, tidak berarti akan mengakhiri jarak sosial dan pelonggaran dini jarak jauh. Keputusan itu menimbang kemungkinan harga mahal yang bisa diterima Korsel karena menggampangkan kondisi saat ini.

Korsel melaporkan 25 kasus baru virus corona pada Senin. Angka tersebut menjadi laporan 12 hari berturut-turut di bawah 100 kasus, karena infeksi terus berkurang di kota Daegu yang paling parah dilanda wabah.

Sementara, Kim mengatakan, perlambatan beban kasus adalah tanda positif, tetapi negara harus memantau pengaruh akhir pekan Paskah dan pemilihan parlemen nasional yang berlangsung pada Rabu. Ada juga kekhawatiran tentang transmisi di tempat-tempat rekreasi dan meningkatnya keramaian di taman dan angkutan massal.

"Ketika wabah melanda Daegu, hanya butuh satu hari untuk lompatan harian dalam kasus baru untuk meningkat dari 50 menjadi 100 dan hanya sekitar seminggu sampai jumlahnya mencapai 800 hingga 900," kata Kim.

Mengambil kasus dari peristiwa itu, Kim melihat pelonggaran jarak sosial tidak bisa dilepaskan begitu saja. Keputusan yang harus diambil perlu dilakukan dengan sangat hati-hati dengan pertimbangan transisi ke pedoman baru.

Pejabat pemerintah belum berbagi rincian spesifik tentang pedoman baru yang akan diterapkan. Namun, telah terungkap beberapa prinsip dasar, seperti orang cuti tiga atau empat hari dari pekerjaan ketika sakit. 

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement