Selasa 21 Apr 2020 06:02 WIB

Bentrokan Pecah di Tengah Karantina Wilayah Pinggiran Paris

Bentrokan pecah di pinggiran Paris dipicu tabrakan pengendara motor dan mobil polisi.

Red: Nur Aini
Polisi Prancis, ilustrasi
Foto: AP Photo/Francois Mori
Polisi Prancis, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Bentrokan terjadi antara polisi dan pemuda di pinggiran Paris, Prancis, yang warganya berpenghasilan rendah. Aturan karantina yang ketat yang diberlakukan untuk menekan penyebaran virus corona telah mengancam kedamaian sosial di wilayah itu.

Masalah di Villeneuve-La-Garenne, sebelah utara Paris, pertama kali terjadi pada Sabtu malam setelah seorang pengendara sepeda motor bertabrakan dengan pintu terbuka mobil polisi yang tidak bertanda selama dalam pengejaran. Kerusuhan berlangsung hingga Ahad dini hari (19/4) sebelum ketenangan dipulihkan.

Baca Juga

Kurang dari 24 jam kemudian, kerusuhan kembali pecah. Kembang api dilemparkan ke polisi dan beberapa mobil dibakar, kata seorang pejabat polisi, ketika beberapa puluh pemuda mengejek petugas. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan para pembuat onar.

"Kami mengendalikan situasi dengan relatif cepat," kata pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim karena penyelidikan internal kepolisian sedang berlangsung.

Polisi mengatakan para mediator telah dikirim ke lingkungan itu untuk menenangkan ketegangan. Banlieue Prancis, lingkungan dengan gedung-gedung bertingkat tinggi yang mengelilingi banyak kota-kotanya, telah lama menjadi titik api kemarahan atas keluhan sosial dan ekonomi. Pada 2005, kerusuhan berlangsung tiga minggu setelah dua pemuda tewas melarikan diri dari polisi di pinggiran Paris utara.

Pinggiran ibu kota yang miskin dan dihuni beragam etnis tampaknya telah terpukul semakin parah karena wabah virus corona dibandingkan pusat Kota Paris yang lebih makmur, berdasarkan data resmi terkait kematian akibat Covid-19. Setelah Presiden Emmanuel Macron memberlakukan karantina wilayah pada 17 Maret, petugas polisi secara pribadi menyatakan keprihatinan bahwa pembatasan keras pada kehidupan publik dapat meningkatkan ketegangan dan memicu keresahan. Beberapa penghuni perumahan umum mengeluh karena menjadi sasaran ketidakadilan dan kekerasan oleh polisi.

Polisi mengatakan mereka ingin menghentikan pengendara sepeda motor di Villeneuve-La-Garenne setelah ia terlihat mengendarai dengan kecepatan yang salah di jalan tanpa helm. Dalam satu video yang diterbitkan di situs surat kabar Le Parisien, para petugas terlihat berdiri mengawasi seorang pria yang menerima perawatan di trotoar.

Le Parisien mengutip saksi yang mengatakan pintu mobil polisi sengaja dibuka ke jalur pengendara sepeda motor. Pejabat polisi yang berbicara kepada Reuters menolak mengomentari tuduhan itu, mengatakan ada dua versi peristiwa.

"Investigasi sedang berlangsung dan ada rekaman kamera tentang apa yang terjadi."

Pemerintah Macron pekan lalu mengumumkan dana untuk keluarga miskin. Ia juga memberi dukungan tambahan bagi para penganggur untuk membantu mereka melalui masa karantina dan penurunan ekonomi yang tajam yang disebabkan oleh epidemi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement