Ahad 03 May 2020 16:26 WIB

Wisatawan China Mulai Melonjak

Kota-kota di China termasuk Wuhan alami lonjakan jumlah pengunjung di akhir pekan

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih
Kota-kota di China termasuk Wuhan alami lonjakan jumlah pengunjung di akhir pekan. Ilustrasi.
Foto: AP / Andy Wong
Kota-kota di China termasuk Wuhan alami lonjakan jumlah pengunjung di akhir pekan. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Kota-kota berpenduduk paling padat di China mengalami lonjakan jumlah pengunjung yakni wisatawan mancanegara dan lokal yang datang pada 1 Mei. Lonjakan terjadi pada hari pertama akhir pekan liburan panjang, termasuk di Wuhan, wilayah yang sebelumnya paling terkena dampak virus corona.

Jumlah orang yang bepergian ke luar kota melonjak hampir 50 persen pada awal akhir pekan Hari Buruh. Data dari raksasa internet China Baidu Inc menyatakan, angka kenaikan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan hari pertama liburan Tomb Sweeping pada 4 April.

Baca Juga

Peningkatan perjalanan keluar selama liburan lima hari akan membantu mengangkat sektor perjalanan dan wisata yang telah terpukul keras oleh pandemi. Lonjakan pariwisata dipimpin oleh peningkatan jumlah wisatawan dari Wuhan, Beijing, Dalian, Tianjin, dan Jinan.

Laju peningkatan ini tidak dapat dipungkiri adalah imbas pascakeputusan China mengurangi pembatasan dalam perjalanan. Pemerintah juga telah melonggarkan peraturan tentang karantina di tengah berkurangnya kasus virus corona.

Ratusan tempat wisata juga telah dibuka kembali, termasuk Kota Terlarang di Beijing. Kementerian Budaya dan Pariwisata mengungkapkan ada lebih dari 23 juta wisatawan domestik pada 1 Mei.

Sedangkan Kementerian Perhubungan memperkirakan akan ada 23,36 juta wisatawan per hari selama periode libur lima hari, naik dari 19,9 juta pelancong setiap hari selama liburan 4-6 April. Namun, jumlah itu masih jauh di bawah 67,13 juta wisatawan per hari selama liburan Hari Buruh 2019.

Penurunan terjadi sebagian karena China telah membatasi pengunjung ke tempat-tempat wisata. Pemerintah hanya memperbolehkan tempat wisata menerima pengunjung dengan kapasitas 30 persen untuk mematuhi aturan jarak sosial.

Contoh saja Danau Barat di kota timur Hangzhou yang merupakan tempat wisata paling populer. Tempat ini hanya menerima 183.700 pengunjung pada 1 Mei, kurang dari sepertiga dari jumlah tahun lalu.

Beberapa wisatawan menghindari daerah-daerah seperti provinsi Heilongjiang yang masih berjuang melawan penyebaran virus lokal. Provinsi Hubei tempat epidemi pertama kali muncul juga tidak menjadi tujuan wisatawan untuk tahun ini.

Departemen Pariwisata Hubei mengatakan 22 tempat wisata yang dibuka kembali hanya mendapatkan 109.664 pengunjung pada 1 Mei. Jumlah itu turun 87 persen dari tahun lalu, sementara pendapatan pariwisata anjlok 95 persen menjadi 6,79 juta yuan.

China melaporkan satu kasus virus corona pada 1 Mei, turun dari 12 hari sebelumnya dan tidak ada laporan kematian. Dikutip dari Worldometers, China melaporkan 82,877 kasus infeksi dengan jumlah meninggal dunia mencapai 4.633 orang.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement