REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) melarang anak-anak dan orang lanjut usia (lansia) memasuki pusat perbelanjaan dan supermarket. Tujuannya mencegah penularan virus corona di negara kaya minyak itu.
Dilansir dari Saudi Gazette pada Jumat, (8/5), lansia yang berusia di atas 60 tahun memang masuk kategori resiko tinggi penularan corona. Orang dengan penyakit turunan dan anak-anak masuk kategori yang sama dengan lansia karena lemahnya sistem imun. Dikhawatirkan penularan corona pada kategori tersebut jauh lebih cepat.
Diketahui, sudah ada 15,192 pasien positif corona di UEA hingga Selasa pekan ini. Adapun angka kematian akibat corona mencapai 146 orang. Data tersebut hasil rangkuman Kementerian Kesehatan yang mendapati mayoritas pasien corona meninggal ialah lansia sekaligus menderita penyakit kronis.
Dubai mengumumkan pembukaan pusat perbelanjaan sejak 22 April. Namun pembukaan itu disertai sejumlah prosedur kesehatan demi mencegah penularan corona. Diantaranya pembatasan pengunjung hanya 20 persen kapasitas toko, maksimal durasi belanja per orang hanya tiga jam, pengunjung wajib pakai masker setiap waktu dan menjaga jarak satu sama lain.
Sebelumnya, UEA menutup pusat perbelanjaan dan pusat perniagaan demi menghindari meluasnya wabah corona. Hanya pasar penjualan makanan yang tetap buka.