Sabtu 23 May 2020 16:15 WIB

New South Wales Australia Minta Warga Muda Tes Covid-19

Tes Covid-19 warga muda di New South Wales dilakukan sebelum pelonggaran pembatasan.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini
Petugas medis menguji sampel tes Covid-19, ilustrasi
Foto: Wihdan Hidayat/ Republika
Petugas medis menguji sampel tes Covid-19, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Negara Bagian New South Wales (NSW) di Australia mendesak warganya yang berusia muda untuk dites Covid-19. Hal itu dilakukan saat negara tersebut bersiap untuk melonggarkan pembatasan bagi pub dan restoran.

Seruan itu datang dari negara bagian terpadat yang meliputi kota Sydney. NSW juga merupakan rumah bagi hampir setengah dari sekitar 71 ribu kasus virus corona baru Australia.

Baca Juga

"Ketika kita membebaskan batasan-batasan, khususnya di sekitar klub dan hotel dan seterusnya, kita perlu (mengirim) pesan yang sangat kuat bahwa orang-orang muda yang mungkin berpikir mereka tidak terkalahkan sebenarnya tidak kelihatan," ujar Menteri Kesehatan NSW Brad Hazzard dikutip laman Aljazirah, Sabtu (23/5).

Dia mengingatkan rakyatnya akan pentingnya menjaga jarak dan pengujian fisik. NSW mencatat tiga kasus baru Covid-19 dalam 24 jam, sehingga menjadikan total di NSW sendiri 2.086.

Pengendali Kesehatan Publik Bertindak NSW Health, Christine Selvey, mengatakan ketiga orang positif Covid-19 itu telah tiba dari luar negeri dan tidak memiliki risiko bagi masyarakat karena mereka berada di karantina hotel. Di NSW, 50 orang telah meninggal, ada 383 kasus aktif dan 2653 telah pulih.

Hazzard mengatakan dua dari lima kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di NSW adalah orang berusia 20-an dan 30-an dan ini bisa menjadi sumber penularan komunitas ketika pub, klub, bar, dan restoran dibuka kembali. "Jika kamu ingin menjaga keluarga, teman, komunitas, dan kakek nenekmu, kamu harus benar-benar berhati-hati," ujar Hazzard dikutip Sydney Morning Herald.

Menurutnya, para pemuda memang tidak terkalahkan imunnya, tetapi jika mereka mendapatkan bentuk virus yang ringan, tanpa disadari mereka dapat menginfeksi seseorang yang lebih rentan. Hazzard pun mendesak semua orang untuk tidak mengendur dan tetap menjaga jarak 1,5 meter secara fisik, mempertahankan cuci tangan secara teratur, dan dites.

Ada 8.995 orang yang diuji untuk virus corona pada Jumat (22/5) waktu setempat. Angka itu naik dari 8.611 hari sebelumnya.

"Kami membutuhkan semua orang di komunitas untuk memahami bahwa hanya satu gejala kecil dari apa pun yang terlihat seperti batuk, pilek atau flu, harus pergi dan dites," kata Hazzard. "Tes ini gratis, tidak dikenakan biaya apa pun, tapi itu bisa menyelamatkan hidupmu dan orang lain," katanya menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement