Ahad 21 Jun 2020 09:57 WIB

Gresik Catat Jumlah Pasien Positif Tertinggi dalam Sehari

Bupati Gresik tak malu dengan data karena lebih baik diobati daripada tidak terpantau

Warga terjaring razia pelanggar PSBB di kawasan Pasar Larangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (29/5).
Foto: Umarul Faruq/ANTARA FOTO
Warga terjaring razia pelanggar PSBB di kawasan Pasar Larangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (29/5).

REPUBLIKA.CO.ID, GRESIK -- Kasus Covid-19 di Kabupaten Gresik, Jawa Timur sehari tembus 39 pasien positif. Hal ini merupakan catatan tertinggi selama pandemi terjadi di wilayah itu. Sebab sebelumnya kasus tertinggi tercatat hanya sampai 38 pasien yang terjadi pada Senin (15/6).

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik drg Saifudin Ghozali mengatakan, dengan catatan kasus positif mencapai 39 pasien, total kini menjadi 462 pasien, dengan rincian 348 masih dirawat, 68 sembuh dan meninggal dunia sebanyak 46 orang.

"Untuk tambahan kasus sembuh hari ini ada 8 orang, mereka dari Desa Watestanjung, Driyorejo, Karangrejo 2 orang, Kembangan, Masangan, Sukorejo dan Desa Manyar Sidorukun," kata Saifudin, Sabtu (20/6).

Selain itu, kata dia, Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik hari ini juga melaporkan adanya pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal sebanyak 4 orang, masing-masing dua orang dari Kecamatan Panceng dan Kecamatan Kebomas.

Sebelumnya, Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto mengaku tidak akan malu apabila data setiap hari di wilayahnya terus melonjak tajam, dan tembus data tertinggi, karena itu bagian dari upaya pemantauan kepada masyarakat.

"Kami tidak akan malu meski jumlah kasus positif Covid-19 di Gresik ini besar dan menempati urutan ketiga, tapi bisa dirawat. Daripada tidak terpantau dan menulari banyak orang," kata Sambari.

Oleh karena itu, Sambari meminta Dinas Kesehatan setempat untuk tetap melaksanakan penyisiran ke beberapa Rumah Sakit rujukan, dengan melakukan berbagai macam pemeriksaan kepada PDP atau menyisir pasien Gresik yang dirawat di berbagai rumah sakit di luar Gresik.

"Kami minta agar berdasarkan perbup semuanya untuk tetap menjaga dengan melakukan pengawasan di lingkungannya masing-masing. Standar penegakan protokol kesehatan juga harus dilaksanakan sampai di tingkat RT/RW," kata Sambari.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement