Jumat 26 Jun 2020 00:40 WIB

Australia Laporkan Jumlah Kasus Infeksi Covid-19 Tertinggi

Sudah sembilan hari angka kasus infeksi Covid-19 di Australia kembali dua digit

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih
Sudah sembilan hari angka kasus infeksi Covid-19 di Australia kembali dua digit. Ilustrasi.
Foto: EPA-EFE/MATTEO CORNER
Sudah sembilan hari angka kasus infeksi Covid-19 di Australia kembali dua digit. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Negara bagian terpadat kedua di Australia mengerahkan banyak mobil ambulans dan pusat pemeriksaan virus corona. Hal ini dilakukan setelah Australia melaporkan jumlah kasus infeksi harian tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Negara bagian Victoria melaporkan dalam 24 jam terakhir ada 33 orang yang dinyatakan positif virus corona. Maka sudah sembilan hari angka kasus infeksi di Australia kembali dua digit.

Baca Juga

Victoria memiliki 200 dari 270 kasus positif Covid-19 di Australia saat ini. Perdana Menteri Victoria Daniel Andrew pun menggelar tes kilat di 10 daerah yang paling terdampak. "Kami memiliki mobil-mobil ambulan dan van yang berada di ujung jalan," kata Andrew di Melbourne, Kamis (25/6).

Ia mengatakan dalam 10 hari ke depan akan ada 10 ribu tes yang dilakukan. Demi menahan laju penyebaran virus corona, Menteri Pertahanan Australia Linda Reynolds mengatakan pemerintah pusat mengirimkan 1.000 tentara yang diperkirakan akan tiba di Victoria pada Jumat (26/6).

Pasukan Australia akan membantu warga yang baru saja tiba di Australia untuk melakukan karantina selama 14 hari. Reynolds mengatakan sekitar 150 personel juga akan membantu program pemeriksaan.

Meningkatnya jumlah kasus infeksi ini terjadi satu pekan setelah Negeri Kanguru melonggarkan pembatasan sosial. Pihak berwenang yakin meningkatnya jumlah kasus baru disebabkan pertemuan yang dihadiri orang yang memiliki gejala ringan.

Khawatir dengan gelombang wabah baru, ribuan orang mengantre di pusat-pusat pemeriksaan. Sementara dua ritel terbesar di Australia, Woolworths Group dan Coles, membatasi jumlah konsumen yang dapat membeli barang-barang tertentu demi menghindari pemborongan.

Jumlah kasus kematian terkait virus corona di Negeri Kanguru juga naik setelah seorang laki-laki berusia 85 tahun dilaporkan meninggal karena Covid-19. Sejauh ini Australia hanya mencatat 104 kasus kematian dari 7.500 lebih kasus infeksi.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement