Kamis 20 Aug 2020 01:03 WIB

Netanyahu Menentang Penjualan Jet F-35 ke Uni Emirat Arab

Netanyahu menyebut penjualan F-35 tidak masuk kesepakatan dengan Uni Emirat Arab

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
Foto: AFP POOL
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menentang penjualan pesawat jet F-35 Amerika Serikat (AS) ke Uni Emirat Arab (UEA). Netanyahu penjualan itu tidak masuk dalam kesepakatan normalisasi hubungan UEA-Israel.

"Tidak ada klausa persoalan ini dalam perjanjian perdamaian dengan UEA dan Amerika Serikat mengklarifikasi ke Israel akan selalu menjaga keunggulan kualitatif Israel," kata Netanyahu seperti dilansir dari media Israel Haaretz, Rabu  (19/8).

Baca Juga

Hal itu disampaikan melalui pernyataan yang dirilis kantor perdana menteri Israel. Dalam pernyataan itu Netanyahu mengatakan ia menentang penjualan pesawat F-35 dan senjata canggih lainnya ke Timur Tengah termasuk ke negara-negara Arab yang berdamai dengan Israel.

Ia menambahkan posisi Israel itu sudah ia sampaikan pada Duta Besar AS untuk Israel David Friedman dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berbulan-bulan yang lalu. Salah satu pejabat Israel yang terlibat dalam normalisasi hubungan dengan UEA mengatakan posisi Israel terhadap isu tersebut memang tidak berubah.  

Sejak Israel dan UEA mengumumkan normalisasi hubungan kedua negara. Sejumlah pihak mengungkapkan kekhawatiran mereka mengenai sikap Israel terhadap penjualan senjata dan teknologi militer sensitif ke UEA terutama pesawat jet canggih.

Orang-orang tersebut khawatir adanya kesepakatan rahasia antara pemerintah yang dibuat tanpa berkonsultasi dengan departemen pertahanan yang hingga kini tidak dilibatkan dalam pembicaraan antara kedua negara. Upaya penjualan senjata dan teknologi militer AS ke negara Arab sebelumnya dihalangi oleh Kongres. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement