Jumat 21 Aug 2020 14:34 WIB

Netanyahu ke Umat Muslim: Selamat Tahun Baru Islam

Netanyahu mengucapkan selamat tahun baru Islam kepada Muslim dunia.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrullah
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengucapkan selamat tahun baru Islam kepada Muslim dunia.
Foto: Amir Cohen/Pool Photo via AP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengucapkan selamat tahun baru Islam kepada Muslim dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberi ucapan selamat kepada umat Islam atas datangnya Tahun Baru Islam (hijriyah). 

Dia mengharapkan lebih banyak negara-negara Arab mengikuti langkah Uni Emirat Arab (UEA) dan menormalkan hubungan dengan Israel.

Baca Juga

"Dengan senang hati saya mengucapkan selamat kepada warga Muslim kami pada kesempatan Tahun Baru Hijriyah. Saya berharap tahun baru ini akan menjadi tahun kesehatan, keselamatan, kemakmuran, dan kesuksesan bagi Anda dan keluarga Anda," demikian bunyi pesan Netanyahu, dilansir di The New Arab, Jumat (21/8).

Dalam pesannya itu, Netanyahu mengatakan bahwa setahun terakhir ini tidak mudah. Sebab, pandemi virus corona melanda semua negara-negara di Kawasan Timur Tengah, yang juga masih menghadapi tantangan keamanan. 

Namun, kata dia, tahun ini juga merupakan tahun perdamaian karena Israel mencapai kesepakatan perdamaian bersejarah dengan UEA. 

Dia yakin negara-negara Arab lainnya akan mengikuti UEA dan menormalkan hubungan dengan Israel.

"Saya berharap UEA tidak akan menjadi satu-satunya negara Arab yang menandatangani perjanjian damai dengan Israel. Itu adalah sesuatu yang patut ditunggu! Selamat Tahun Baru!" ujarnya.

Sementara itu, faksi-faksi Palestina yang bersaing di Tepi Barat bersatu untuk menunjukkan penolakan keras mereka terhadap perjanjian normalisasi UEA dengan Israel. 

Pada Rabu (19/8), ratusan warga Palestina mengadakan protes di Tepi Barat yang diduduki. Mereka mengecam pengumuman pekan lalu, bahwa Israel menormalisasi hubungan dengan negara Teluk tersebut.

Hamas, yang mengendalikan Jalur Gaza, dan faksi Fatah di bawah Otoritas Palestina yang berbasis di Tepi Barat yang dipimpin Mahmoud Abbas, mengambil bagian dalam inisiatif bersama. Selain itu, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh juga ikut ambil bagian dalam inisiatif tersebut.

"Hari ini kami memberitahu dunia bahwa kami bersatu melawan 'kesepakatan abad ini', aneksasi dan normalisasi. Setiap normalisasi melegitimasi pendudukan wilayah Palestina. Itu tusukan dari belakang," kata Shtayyeh dalam aksi protes di desa Turmus'ayya dekat Ramallah.

Pemimpin gerakan Hamas, Hassan Yousef, juga berbicara dalam aksi protes tersebut. "Tidak ada yang bisa melanggar hak kami, tanah kami dan tempat suci kami. Hari ini kami mewujudkan unit akar rumput Palestina, mari kita kirim pesan kepada dunia bahwa kita bersatu," kata Yousef. Sekitar 2.000 warga Palestina ikut serta dalam unjuk rasa di Turmus'ayya, sebuah desa di utara Tepi Barat yang terletak di antara kota Ramallah dan Nablus. Mereka pergi ke sana dengan bus dari daerah lain di Tepi Barat. Bentrokan pun terjadi antara para pengunjuk rasa dan pasukan Israel di pinggiran desa tersebut. Pengumuman pekan lalu bahwa Israel dan UEA akan menormalisasi hubungan telah memicu kemarahan di antara warga Palestina. 

Hamas dan kepemimpinan Otoritas Palestina mengecam perjanjian yang ditengahi Amerika Serikat tersebut. Berdasarkan kesepakatan itu, Israel mengatakan akan menangguhkan rencananya untuk mencaplok pemukiman dan wilayah lain di Tepi Barat.

Rencana aneksasi tersebut diuraikan dalam proposal perdamaian Timur Tengah yang kontroversial yang diresmikan pada Januari 2020 oleh Presiden AS Donald Trump. Rencana tersebut oleh beberapa orang Palestina dijuluki 'Kesepakatan Abad Ini'.

Kesepakatan normalisasi UEA-Israel adalah yang ketiga dari jenisnya antara negara Arab dan Israel. Kedua negara ini sekarang sedang bernegosiasi untuk berkolaborasi di berbagai bidang, mulai dari telekomunikasi hingga perawatan kesehatan, keamanan, dan pertanian.

Kesepakatan itu disambut baik oleh beberapa pemerintah Arab, seperti Mesir dan Bahrain. Akan tetapi, hal itu secara luas dikecam pada tingkat populer, terutama oleh rakyat Palestina.

Sumber: https://english.alaraby.co.uk/english/news/2020/8/20/netanyahu-makes-muslim-new-year-message-amid-uae-anger   

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement