Selasa 25 Aug 2020 17:57 WIB

Palestina Hadapi Kenaikan Kasus Kematian Akibat Covid-19

Palestina mencatat penambahan 345 kasus baru Covid-19

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini
Warga Palestina menghabiskan waktu mereka di pantai Gaza, di tengah pandemi virus coronavirus COVID-19 yang sedang berlangsung di Kota Gaza, 15 Juni 2020.
Foto: EPA-EFE/MOHAMMED SABER
Warga Palestina menghabiskan waktu mereka di pantai Gaza, di tengah pandemi virus coronavirus COVID-19 yang sedang berlangsung di Kota Gaza, 15 Juni 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Pihak berwenang Palestina dan Kuwait mengkonfirmasi kasus kematian baru terkait virus corona. Dalam 24 jam terakhir korban tewas Covid-19 Palestina bertambah lima orang.  

Dilansir dari Middle East Monitor, Selasa (25/8) kantor berita Turki, Anadolu Agency melaporkan Kementerian Kesehatan Palestina juga mengumumkan 345 kasus baru Covid-19. Sementara 740 pasien dinyatakan pulih.

Baca Juga

Berdasarkan data pemerintah jumlah kasus virus corona yang berhasil terkonfirmasi menjadi 25.024, termasuk 143 pasien meninggal dunia dan 16.078 pasien pulih. Angka itu mencakup seluruh kasus di Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Kuwait melaporkan dua kasus kematian terkait virus corona dan 571 kasus baru. Tapi dalam 24 jam terakhir ada 537 pasien yang dinyatakan pulih dari virus yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, China itu.

Total kasus infeksi virus corona di negara-negara Teluk Arab saat ini menjadi 80.528 kasus termasuk 515 kasus kematian dan 72.307 pasien pulih. Saat ini Amerika Serikat, Brasil, India, dan Rusia menjadi negara dengan angka kasus infeksi tertinggi di dunia.

Sejauh ini kasus Covid-19 di seluruh dunia sudah lebih dari 23,23 juta. Total pasien yang sembuh tembus 14,95 juta. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement