Rabu 26 Aug 2020 06:04 WIB

Politisi Senior Pemimpin Oposisi Turki Positif Covid-19

Pemimpin oposisi Turki dinyatakan positif Covid-19.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nashih Nashrullah
Pemimpin oposisi Turki dinyatakan positif Covid-19. Bendera Turki
Foto: Reuters/ Huseyin Aldemir
Pemimpin oposisi Turki dinyatakan positif Covid-19. Bendera Turki

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA – Pemimpin oposisi Turki Partai Deva (Remedy), Ali Babacan, mengatakan telah menjalani  tes Covid-19. Dari hasil pemeriksaan tersebut dia dinyatakan positif terkena virus korona pada Selasa (25/8). 

Dia menekankan kondisinya dalam keadaan sehat dan menjadikannya politisi Turki paling terkenal yang terjangkit Covid-19. "Saya baru mengetahui hasil tes Covid-19 saya positif. Alhamdulillah, saya dalam kondisi baik saat ini," ujar Babacan.

Baca Juga

Pria berusia 53 tahun ini mengatakan, dokter yang memeriksanya menyatakan kalau dia tetap harus karantina mandiri beberapa waktu karena tidak bergejala. Dia pun akan mematuhi rekomendasi tersebut bersama dengan keluarganya. "Saya akan melanjutkan pekerjaan saya dari rumah, Insya Allah," kata Babacan di Twitter.

Mantan wakil perdana menteri bidang ekonomi ini sebelumnya adalah rekan Presiden Turki, Tayyip Erdogan. Namun, dia mengundurkan diri dari Partai AK Juli tahun lalu karena perbedaan mendalam tentang arah partai yang ditemukan. Pada Maret, dia pun membentuk partai politik saingannya dari partai penguasa pemerintah.

Jumlah kasus harian  virus korona Turki telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini terjadi karena pemerintah telah membatalkan langkah-langkah pembatasan kegiatan untuk kepentingan menopang ekonomi.

Jumlah kasus baru melonjak ke level tertinggi sejak pertengahan Juni di 1.502 pada Selasa. Menurut angka resmi pemerintah, lebih dari 261.000 orang telah tertular virus di Turki, sementara 6.193 orang telah meninggal.

Pemerintah telah memperingatkan warga tentang meningkatnya kasus. Telah diberlakukan larangan beberapa acara di 14 provinsi, termasuk ibu kota Ankara. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement