REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Presiden Honduras Juan Hernandez mengungkapkan negaranya akan memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem akhir tahun ini.
Menurut Hernandez, dia telah berdiskusi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu lewat telepon. Keduanya sepakat untuk memperkuat aliansi strategis dan setuju untuk membuka kedutaan besar masing-masing di Tegucigalpa dan Yerusalem.
"Kami berharap dapat merealisasikan langkah bersejarah ini sebelum akhir tahun, jika situasi dan kondisi selama pandemi memungkinkan," ujarnya.
Hernandez juga memberi selamat ke Netanyahu atas penandatanganan kesepakatan normalisasi Israel dengan Uni Emirat Arab dan Bahrain. Netanyahu pun menyampaikan apresiasinya atas dukungan Honduras untuk Israel.
Saat ini, ada dua kedutaan asing yang berlokasi di Yerusalem yakni Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Guatemala. Beberapa negara lainnya telah berjanji untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem, termasuk Brasil, Hongaria, Moldova, Rumania, dan Serbia dan Kosovo.