Ahad 04 Oct 2020 17:47 WIB

Donald Trump akan Jalani Fase Kritis Covid-19

Donald Trump diketahui positif Covid-19

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini
 Dalam file foto 27 Juli 2020 ini, Presiden Donald Trump mengenakan masker saat dia berpartisipasi dalam tur Pusat Inovasi Bioproses di Fujifilm Diosynth Biotechnologies di Morrisville, Presiden NC Donald Trump dan ibu negara Melania Trump dinyatakan positif terkena virus corona, presiden tweeted Jumat pagi.
Foto: AP/Evan Vucci
Dalam file foto 27 Juli 2020 ini, Presiden Donald Trump mengenakan masker saat dia berpartisipasi dalam tur Pusat Inovasi Bioproses di Fujifilm Diosynth Biotechnologies di Morrisville, Presiden NC Donald Trump dan ibu negara Melania Trump dinyatakan positif terkena virus corona, presiden tweeted Jumat pagi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan kondisinya setelah tertular Covid-19 akan mencapai titik balik dalam beberapa hari ke depan pada Sabtu (3/10). Beberapa hari ke depan akan menjadi fase kritis bagi Donald Trump menghadapi Covid-19.

Perjalanan Covid-19 bisa sangat bervariasi, tetapi tiga hingga lima hari ke depan kemungkinan sangat penting. Beberapa hari setelah gejala Covid-19 muncul, sistem kekebalan tubuh harus melakukan peralihan penting untuk melawan virus dengan tepat atau mungkin menghadapi konsekuensi yang mengancam jiwa.

Baca Juga

Spesialis penyakit menular di Vanderbilt University, Dr William Schaffner, menyatakan, pasien Covid-19 dapat terlihat cukup baik selama beberapa hari, lalu bisa saja menurun dengan cepat. Menurunnya kondisi itu dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang tidak berhasil menargetkan virus sehingga menyebabkan kerusakan tambahan yang meluas.

Profesor perawatan paru dan kritis di sekolah kedokteran Universitas Washington di Seattle, Dr. J. Randall Curtis, menyatakan, kondisi tersebut dapat terjadi sekitar lima hingga 10 hari setelah orang tersebut mulai sakit. Sedangkan saat ini, menurut dokter Gedung Putih, Dr Sean Conley, Trump berada di hari ketiga memerangi virus.

"Tanda vital presiden selama 24 jam terakhir sangat memprihatinkan dan 48 jam ke depan akan sangat penting dalam hal perawatannya. Kami masih belum berada di jalur yang jelas menuju pemulihan penuh," ujar kepala staf Gedung Putih, Mark Meadows, dikutip dari SCMP.

Curtis mengatakan fakta bahwa demam presiden membaik adalah pertanda baik tetapi tidak selalu menunjukkan bahwa dia keluar dari masalah. Kunci pemulihan yang berhasil adalah respons kekebalan yang menargetkan virus corona itu sendiri yang disebut istem kekebalan adaptif Untuk menghindari penyakit serius. Sistem kekebalan bawaan dan adaptif pasien harus tetap seimbang, dan virus itu sendiri tidak boleh menyebabkan komplikasi serius.

Ahli penyakit menular dan profesor di University of South Carolina, Melissa Nolan, menyatakan, usia merupakan faktor risiko dalam kondisi tersebut. Pasien yang lebih tua cenderung kurang berhasil dalam mengaktifkan respons adaptif.

Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, Trump berusia 74 tahun pada Juni, menempatkannya pada risiko kematian 90 kali lebih tinggi daripada seseorang berusia 20-an. Namun, perawatan medis VIP dan akses ke terapi mutakhir membuat lintasan penyakit semakin sulit untuk diprediksi.

Profesor di UCLA Fielding School of Public Health, Dr David Eisenman, menyatakan, pasien cenderung melihat fluktuasi jangka pendek pada gejala selama penyakit ada. Kondisi itu membuat dokter sering mengevaluasi kemajuan pasien Covid-19 selama beberapa hari. Hingga Sabtu malam, informasi yang dirilis oleh Gedung Putih tidak cukup baginya untuk mengevaluasi kemajuan Trump sejauh ini. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement