Ahad 18 Oct 2020 17:16 WIB

Rekor, Dunia Catatkan 400 Ribu Kasus Baru Covid-19

Dari 200 infeksi yang dilaporkan di seluruh dunia, 34 di antaranya berasal dari Eropa

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha
Penumpang diminta untuk mendaftar untuk tes usap wajib di area kedatangan Bandara Internasional Capodichino Napoli, di Naples, Italia, 28 September 2020. Eropa kembali menjadi pusat penyebaran wabah. Saat ini Eropa melaporkan satu juta infeksi baru setiap sembilan hari.
Foto: EPA-EFE/CIRO FUSCO
Penumpang diminta untuk mendaftar untuk tes usap wajib di area kedatangan Bandara Internasional Capodichino Napoli, di Naples, Italia, 28 September 2020. Eropa kembali menjadi pusat penyebaran wabah. Saat ini Eropa melaporkan satu juta infeksi baru setiap sembilan hari.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Dunia mencatatkan rekor baru dalam peningkatan kasus Covid-19. Pada Sabtu (17/10), lebih dari 400 ribu kasus dilaporkan. 

Eropa kembali menjadi pusat penyebaran wabah. Menurut analisis Reuters, dari setiap 100 infeksi yang dilaporkan di seluruh dunia, 34 berasal dari negara-negara Benua Biru. 

Baca Juga

Saat ini, Eropa melaporkan satu juta infeksi baru setiap sembilan hari. Lebih dari 6,3 juta kasus telah tercatat di kawasan tersebut sejak pandemi dimulai.

Sejumlah negara di Eropa telah kembali memberlakukan pembatasan sosial guna mengekang penyebaran virus corona. Di Spanyol, pihak berwenang di Catalonia memerintahkan bar dan restoran tutup selama 15 hari. Selain itu, jumlah orang yang diizinkan berada di toko dibatasi.

Di Republik Ceko, kegiatan belajar mengajar dialihkan menggunakan metode pembelajaran jarak jauh. Sementara itu, Polandia tengah meningkatkan pelatihan untuk perawat dan mempertimbangkan membangun rumah sakit lapangan militer. Pejabat kesehatan Polandia telah memperingatkan bahwa negara tersebut berada di ambang bencana Covid-19. Sebab negara tersebut telah mencatatkan rekor dengan melaporkan 6.526 kasus baru dan 116 kematian pekan ini. 

Sejauh ini terdapat 39,7 juta kasus Covid-19 di seluruh dunia. Pandemi telah menyebabkan lebih dari 1,1 juta orang meninggal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement