Senin 02 Nov 2020 15:13 WIB

20 Pelari Ikuti Lari Amal di NTT

untuk membangun akses air bersih setidaknya di 10 desa dampingan Plan Indonesia

Sejumlah pelari di Kota Kupang yang bersiap untuk berlari amal untuk pembangunan air bersih di NTT.
Foto: antara
Sejumlah pelari di Kota Kupang yang bersiap untuk berlari amal untuk pembangunan air bersih di NTT.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG — Sebanyak 20 pelari mengikuti Jelajah Timur: Charity Run For Equality untuk mengumpulkan dana sebanyak Rp600 juta untuk pembangunan sarana air bersih di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia Dini Widiastuti kepada wartawan Kupang, Senin (2/11) mengatakan bahwa sampai dengan saat ini jumlah dana yang terkumpul sudah mencapai Rp2,5 miliaran dari target awal Rp600 juta.

Proses penggalangan dana sudah dilakukan sejak 12 September lalu, dan juga dilakukan secara virtual, dengan cara para pendonor menyumbangkan dananya melalui webesite kitabisa.com.

Dini mengatakan bahwa minimnya akses air bersih di beberapa desa di NTT mengakibatkan masyarakat masih harus berjalan kaki hingga dua jam untuk mendapatkan air bersih.

"Bahkan, tanggung jawab untuk mengambil air bersih seringkali diserahkan kepada anak perempuan. Berbagai risiko kerap menghantui anak-anak perempuan saat di perjalanan mengambil air bersih," katanya.

Oleh karena itu melalui Jelajah Timur: Charity Run for Equality ujar dia Plan Indonesia akan membangun sarana air bersih, sedikitnya di dua desa yakni Nggolonio dan Tedamude di Kabupaten Nagekeo.

Dini Widiastuti juga menjelaskan bahwa meningkatkan akses air bersih berarti membantu mengurangi beban dan risiko yang dihadapi anak-anak perempuan.

“Kesetaraan bagi anak perempuan harus diperjuangkan di seluruh aspek baik di ranah domestik maupun publik. Dengan terpenuhinya kebutuhan sarana air bersih, maka mereka tidak perlu kelelahan saat belajar di sekolah. Saat menstruasi, sanitasi dan kebersihan lebih terjaga. Bahkan, mereka dapat terhindar dari berbagai risiko kekerasan yang mungkin terjadi dalam perjalanan mengambil air,” tambah Dini.

Lebih lanjut Dini mengungkapkan melalui program Jelajah Timur: Charity Run for Equality, Plan Indonesia tidak hanya membangun sarana air bersih di Nagekeo saja, tetapi juga menargetkan untuk membangun akses air bersih setidaknya di 10 desa dampingan Plan Indonesia yang tersebar di Lembata, Flores, dan Timor Tengah Selatan.

“Kami tidak bisa bergerak sendiri, sinergi dari berbagai pihak, pemerintah daerah, pihak swasta, dan tentunya masyarakat sangat diperlukan untuk membantu pemenuhan air bersih di NTT,” ungkap Dini.

Ia pun menambahkan Kementerian Perhubungan RI turut berkolaborasi dengan Plan Indonesia melalui aksi penggalangan dana virtual bertajuk "Donasi Insan Transportasi Untuk Akses Air Bersih Nusa Tenggara Timur’" pada Jumat (23/10).

Lebih dari Rp1,5 miliar telah terkumpul dari acara ini beserta 100 buah sepeda yang telah diberikan kepada anak-anak di NTT pada Jumat (30/10).

Adita Irawati, Staf Khusus Menteri Perhubungan sekaligus pelari 86km termotivasi untuk membantu masyarakat di NTT, khususnya anak perempuan melalui aktivitas positif yang Ia cintai yaitu berlari.

“Anak perempuan Indonesia adalah generasi penerus bangsa, sama dan setara dengan anak laki-laki. Maka jagalah kesehatanmu, tingkatkan pendidikanmu dan jaga semangatmu, agar kalian menjadi manusia yang memiliki arti, punya kontribusi,” ujar Adita menyampaikan pesannya kepada anak-anak perempuan melalui Plan Indonesia.

Kegiatan lari itu juga tidak hanya digelar di Nagekeo saja, tetapi juga tersebar di 12 kota lain di Indonesia dan di Australia, yakni di Lampung, DKI Jakarta, Bandung, Cianjur, Yogyakarta, Denpasar, Lombok, Makassar, Sanggata, Kupang, Sorong, dan Brisbane.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement