Rabu 04 Nov 2020 05:04 WIB

Pemimpin Dunia Layangkan Kecaman Atas Serangan di Wina

Pemimpin dunia menyatakan simpati kepada Wina, Austria, yang mendapat serangan teror.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini
Petugas polisi berjalan di antara kendaraan darurat di tempat kejadian setelah suara tembakan terdengar, di Wina, Senin, 2 November 2020. Polisi Austria mengatakan beberapa orang telah terluka dan petugas keluar secara paksa menyusul tembakan di ibu kota Wina. Laporan awal bahwa sinagoga menjadi sasaran serangan tidak dapat segera dikonfirmasi. Kantor berita Austria APA mengutip Kementerian Dalam Negeri negara itu yang mengatakan satu penyerang telah terbunuh dan lainnya mungkin dalam pelarian.
Foto: AP/Ronald Zak
Petugas polisi berjalan di antara kendaraan darurat di tempat kejadian setelah suara tembakan terdengar, di Wina, Senin, 2 November 2020. Polisi Austria mengatakan beberapa orang telah terluka dan petugas keluar secara paksa menyusul tembakan di ibu kota Wina. Laporan awal bahwa sinagoga menjadi sasaran serangan tidak dapat segera dikonfirmasi. Kantor berita Austria APA mengutip Kementerian Dalam Negeri negara itu yang mengatakan satu penyerang telah terbunuh dan lainnya mungkin dalam pelarian.

REPUBLIKA.CO.ID, WINA -- Serangan teror di Wina, Austria telah menewaskan sekurangnya lima orang termasuk penyerang dan melukai 17 orang pada Senin (2/11) malam waktu setempat. Sejumlah pemimpin dunia pun menyatakan simpati dan dukungan hingga kecaman mengenai serangan tersebut.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan, Australia berdiri teguh bersama teman Austria setelah penembakan di Wina.

Baca Juga

"Sangat terkejut dengan serangan teror yang mengerikan di Austria. Situasinya tetap cair dan detail serangan masih belum jelas," kata di Twitter dikutip laman CNN, Selasa (3/11).

"Kami berdoa untuk, dan berdiri teguh dengan , teman-teman Austria kami melawan tindakan kekerasan, teror, dan intimidasi, dan semua yang ingin mereka hancurkan," ujarnya.

Juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkel, Steffen Seibert mengecam serangan itu. "Teror Islamis adalah musuh bersama kami," ujarnya dikutip the Guardian.

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengecam dan terkejut dengan serangan tersebut. Sebelumnya. Prancis juga mengalami serangan teror serupa.

"Kami, Prancis, berbagi keterkejutan dan kesedihan orang-orang Austria yang dilanda malam ini oleh serangan di jantung ibu kota mereka, Wina. Setelah Prancis, negara sahabatlah yang diserang. Ini Eropa kita. Musuh kita harus tahu dengan siapa mereka berurusan. Kami tidak akan menyerah," kata Macron.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte juga turut mengecam serangan di Wina. "Tidak ada ruang untuk kebencian dan kekerasan di rumah Eropa kita bersama," katanya.

Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis memberikan dukungannya terhadap kanselir Sebastian Kurz. "Terkejut dengan serangan mengerikan di #Vienna. Kepada @sebastiankurz saya sampaikan solidaritas penuh kami. Pikiran kami tertuju pada orang-orang di Wina dan pihak berwenang yang menangani situasi tersebut. Hati kami, dengan para korban dan orang yang mereka cintai," ujarnya lewat Twitter.

Perdana Menteri India Narendra Modi juga mengecam tindakan keras teror di Austria. "Sangat terkejut dan sedih dengan serangan teror di Wina. India berdiri bersama Austria selama masa tragis ini. Pikiran saya bersama para korban dan keluarga mereka," ujar Modi.

Kedutaan Besar Austria di New Delhi akan ditutup untuk umum hingga 11 November setelah serangan itu. "Sebagai tindakan pencegahan, Kedutaan Besar Austria New Delhi akan tetap ditutup untuk umum hingga 11 November 2020. Kami meminta pengertian Anda," kata kedutaan.

Perdana Menteri Inggris mengunggah tulisan di Twitter bahwa dia sangat terkejut pada kejadian serangan teror di Wina. "Kami berdiri bersatu dengan Anda melawan teror," katanya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan belasungkawa kepada Austria sehubungan dengan serangan di seluruh ibu kota Austria. "Kedutaan Besar Rusia di Wina sedang berhubungan dengan pihak berwenang Austria untuk mengklarifikasi masalah kewarganegaraan mereka yang tewas dan terluka dalam serangan teroris itu. Kami turut berduka cita dengan Austria!" tulis Zakharova di halaman Facebook-nya.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga mengungkapkan simpatinya saat ia tengah mempersiapkan kampanye terakhirnya jelang pemilihan presiden besok. "Doa kami bersama orang-orang Wina setelah aksi terorisme keji lainnya di Eropa," kata Trump.

"Serangan jahat terhadap orang yang tidak bersalah ini harus dihentikan. AS mendukung Austria, Prancis, dan seluruh Eropa dalam perang melawan teroris, termasuk teroris Islam radikal," ujar Trump menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement