Selasa 10 Nov 2020 14:43 WIB

Presiden Ukraina Positif Covid-19

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengumumkan telah dites positif Covid-19

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy positif Covid-19. Ilustrasi.
Foto: AP Photo/Vadim Ghirda
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy positif Covid-19. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengumumkan telah dites positif Covid-19 pada Senin (9/11). Jajaran kabinetnya pun mengalami nasib sama, termasuk menteri keuangan, menteri pertahanan, dan pembantu utama Zelenskiy.

"Kepala negara merasa sehat dan akan terus menjalankan tugasnya dari jarak jauh dalam isolasi diri," kata kantor Zelenskiy dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga

Zelenskiy menyatakan telah melakukan semua tindakan karantina setelah menerima hasil positif Covid-19. "Saya memiliki suhu 37,5 dan saya berharap semuanya menjadi 36,6!” katanya mengatakan dalam pesan Telegram mengacu pada suhu tubuhnya.

Beberapa menit setelah pengumuman Zelenskiy, kepala kantor kepresidenan Andriy Yermak mengatakan di Facebook bahwa dia juga dinyatakan positif terkena virus tersebut. Kemudian, kantor Menteri Keuangan Serhiy Marchenko mengatakan dia telah didiagnosis dengan Covid-19 dan akan bekerja dari jarak jauh.

Kantor berita Ukraina Ukrinform/melaporkan, Menteri Pertahanan Andriy Taran juga dinyatakan positif meski laporan tersebut belum dapat dikonfirmasi langsung terhadap kementrian terkait.

Marchenko, Perdana Menteri Denys Shmygal, dan menteri lainnya mengambil bagian dalam sesi parlemen pada Kamis (5/11). Kantor Shmygal mengatakan dia tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi tetapi akan menjalani tes pada Selasa (10/11).

Penghitungan harian infeksi virus corona di Ukraina melonjak pada akhir September dan tetap tinggi secara konsisten sepanjang Oktober dan awal November. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk memperpanjang langkah-langkah karantina hingga akhir tahun ini.

Shmygal mengatakan pekan lalu, jumlah kasus baru bisa melonjak menjadi 15 ribu per hari pada akhir November dan menjadi 20 ribu setiap hari pada akhir tahun. Kementerian Kesehatan mengatakan pekan lalu situasi virus corona di Ukraina mendekati bencana dan negara harus bersiap menghadapi yang terburuk.

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement