Senin 23 Nov 2020 17:55 WIB

Belarusia akan Produksi Vaksin Covid-19 Sputnik

Proses produksi vaksin Sputnik V akan dilakukan sebelum akhir tahun ini

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih
Proses produksi vaksin Sputnik V akan dilakukan sebelum akhir tahun ini. Ilustrasi.
Foto: EPA-EFE/SERGEI ILNITSKY
Proses produksi vaksin Sputnik V akan dilakukan sebelum akhir tahun ini. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, MINSK -- Belarusia akan memproduksi vaksin Covid-19 hasil pengembangan Rusia, yakni Sputnik V. Proses produksi akan dilakukan sebelum akhir tahun ini.

“Dalam kondisi laboratorium, angkatan pertama (vaksin), saya yakin, akan siap tahun ini. Mungkin bukan atas dasar Belmedpreparaty (perusahaan farmasi terbesar di Belarusia), tetapi atas dasar lembaga lain. Namun itu akan terjadi tahun ini," kata Plt Menteri Kesehatan Belarusia Dmitry Pinevich pada Ahad (22/11) dikutip laman Sputnik.

Baca Juga

Pada Oktober lalu, terdapat 100 warga Belarusia yang berpartisipasi dalam uji klinis fase tiga Sputnik V. Selain Belarusia, sampel Sputnik V telah dikirim ke India, Hongaria, Armenia, dan beberapa negara lain untuk keperluan uji coba.

Pekan lalu Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan terdapat puluhan negara yang telah menyatakan minat untuk membeli vaksin yang dikembangkan negaranya. Selain Sputnik V, Moskow pun mengembangkan kandidat vaksin lain yang bernama EpiVacCorona.

Pemerintah Israel telah menyatakan minatnya mendatangkan Sputnik V. "Sekitar satu jam yang lalu saya berbicara dengan Presiden Rusia Vladmir Putin mengenai kemungkinan membeli opsi untuk vaksin Sputnik V. Kami akan membahas ini dalam beberapa hari mendatang," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kepada awak media pada Senin (16/11).

Venezuela pun telah mengumumkan rencana untuk mendatangkan 10 juta dosis Sputnik V. "Kami memastikan bahwa kami menerima lebih dari 10 juta dosis vaksin pada trimester pertama tahun depan. Venezuela juga akan memproduksi vaksin Rusia di wilayahnya," kata Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam pidatonya pada Ahad (15/11) dikutip laman kantor berita Rusia TASS.

Turki juga berminat memproduksi Sputnik V di fasilitas domestik mereka. "Kepala Kementerian Kesehatan Turki menyatakan minatnya untuk mengatur produksi vaksin Sputnik V di fasilitas produsen farmasi Turki, setelah studi toksikologi telah dilakukan, sebagaimana ditetapkan oleh undang-undang setempat," kata Kementerian Kesehatan Rusia dalam sebuah pernyataan pada 11 November lalu.

Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko disebut telah meyakinkan Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca tentang kesiapan untuk mengadakan tes semacam itu. Kementerian Kesehatan Turki masih menolak menguatkan klaim tersebut.

Namun Koca telah mengonfirmasi bahwa dia memang telah melakukan pembicaraan via telepon dengan Murashko. “Kami bertukar pandangan tentang masalah di bidang kesehatan tempat kami bekerja sama, yaitu upaya vaksin Covid-19, dan operasi internasional yang kami ikuti,” kata Koca melalui akun Twitter pribadinya pada 10 November lalu.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement