Senin 07 Dec 2020 18:50 WIB

200 Turis Israel Tertahan di Bandara Dubai

Turis dari Israel itu tertahan masuk karena ada perubahan aturan visa.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah
Bandara Dubai di Dubai, Uni Emirat Arab.
Foto: REUTERS/Hamad I Mohammed/
Bandara Dubai di Dubai, Uni Emirat Arab.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Sekitar 200 turis Israel tertahan di Bandara Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), pada Senin (7/12) pagi. Kondisi ini terjadi setelah petugas bandara kebingungan tentang peraturan visa.

Laporan Channel 12 menyatakan, para turis itu mengaku ditahan di bandara karena ada perubahan peraturan visa yang melarang mereka masuk. Peraturan yang mengizinkan orang Israel masuk dilaporkan ditangguhkan pada Ahad (6/12) malam. Meski masalah tersebut telah diselesaikan untuk empat penerbangan pada hari yang sama.

Baca Juga

Penumpang dengan kewarganegaraan Israel barus diizinkan masuk ke negara itu setelah mengisi formulir e-visa. Adapun penumpang dengan kewarganegaraan non-Israel tetap diizinkan masuk ke negara itu.

Penerbangan tambahan yang diharapkan lepas landas pada Senin telah disetujui untuk masuk ke Dubai setelah diskusi antara pejabat Israel dan UEA. Kepala Dewan Keamanan Nasional, Meir Ben-Shabbat, juga memiliki peran sentral dalam menyelesaikan masalah tersebut  

Pengisian e-visa sekarang akan diperlukan untuk semua pengunjung Israel saat memasuki UEA. Menurut media Israel, perubahan peraturan visa mungkin terjadi karena isyarat Israel yang akan menandai Dubai sebagai negara merah. Artinya warga negara tersebut tidak akan bisa masuk ke Israel.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement