Sabtu 12 Dec 2020 07:11 WIB

Angka Kematian Covid-19 Global Meningkat 60 Persen

Pandemi telah menyebabkan nyaris 1,6 juta orang meninggal.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Ani Nursalikah
Angka Kematian Covid-19 Global Meningkat 60 Persen. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Foto: Martial Trezzini/EPA
Angka Kematian Covid-19 Global Meningkat 60 Persen. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengaku prihatin atas lonjakan angka kematian global akibat Covid-19. Dia menyebut dalam enam pekan terakhir, jumlah korban meninggal mingguan meningkat 60 persen.

"Dalam enam pekan terakhir, jumlah kematian mingguan meningkat sekitar 60 persen. Sebagian besar kasus dan kematian terjadi di Eropa serta Amerika," kata Ghebreyesus dalam sebuah diskusi virtual WHO pada Jumat (11/12), dikutip Anadolu Agency.

Baca Juga

Menjelang perayaan Natal dan tahun baru, dia mengimbau masyarakat tetap tertib menerapkan protokol kesehatan. "Perayaan dapat dengan cepat berubah menjadi berkabung jika kita gagal melakukan tindakan pencegahan yang tepat," ujarnya.

Ghebreyesus pun menyerukan masyarakat mempertimbangkan rencananya dengan hati-hati menjelang masa liburan. "Jika Anda tinggal di daerah dengan transmisi tinggi, harap berhati-hati agar diri Anda dan orang lain tetap aman," ucapnya.

Dia menyambut proses vaksinasi Covid-19 yang telah dilakukan di beberapa negara. "Mendapatkan vaksin yang aman dan efektif untuk melawan virus yang sama sekali tidak kita ketahui setahun yang lalu adalah pencapaian ilmiah luar biasa," ujarnya.

Dengan adanya vaksin, Ghebreyesus menilai cahaya mulai tampak di ujung terowongan. "Tapi kita harus menghadapi beberapa tantangan guna membuat cahayanya benar-benar terang," kata dia.

Menurut data yang dihimpun Worldmeters, sejauh ini dunia telah mencatatkan 71,3 juta kasus Covid-19. Pandemi telah menyebabkan nyaris 1,6 juta orang meninggal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement